Pemprov Jatim Wacanakan PSBB Tingkat Provinsi

SURABAYA (Suarapubliknews) – Keberhasilan Provinsi Jabar menurunkan angka penularan covid-19 mengilhami Pemprov Jatim mewacanakan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat provinsi.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan berdasarkan data kuantitif jumlah kasus yang terkonfirmasi positif covid-19, Jatim menempati urutan kedua nasional dengan jumlah 1.858 kasus, dibawah DKI Jakarta dengan 5.688 kasus. Namun jika mengacu data prosentase per 100 ribu jumlah penduduk, Jatim menempati peringkat ke delapan nasional.

“Secara prosentatif per 100 ribu jumlah penduduk Jatim menempati urutan ke 8, setelah DKI Jakarta, Sulsel, NTB, Bali, Sumbar, Banten, Sumsel, Jatim, Jateng, Jabar” katanya.

Berdasarkan data prosentatif tersebut, peringkat kabupaten/kota di Jatim juga berbeda. Kalau berdasar jumlah kuantitatif peringkat pertama di Jatim adalah Surabaya (921), Sidoarjo (235), Lamongan (64), Magetan (53), Kab Malang (51) dan Gresik (46).

“Kalau berdasar prosentatif, maka peringkat keempat adalah Kota Pasuran dan kelima adalah Kota Probolinggo. Data ini diperlukan untuk mendeteksi titik-titik sebaran dan melakukan intervensi supaya langkah memutus mata rantai sebaran bisa signifikan,” papar Khofifah.

Perlu apa tidak memberlakukan PSBB tingkat provinsi Gubernur Khofifah telah mendapat telaah dari tim epidemiolois FKM UNAIR Dalam waktu dekat forkompimda provinsi akan menggelar rakor virtual dengan forkompimda kabupaten/kota se Jatim untuk membahas ini. Hasilnya, tunggu saja nanti akan kita publish,” tandasnya. (q cox, Tama Dinie)

Reply