Pendopo Pelihara Warisan Budaya Melalui Peragaan Busana Sikka

JAKARTA (Suarapubliknews) – Pendopo, merek usaha Kawan Lama Group yang menjadi rumah bagi para UMKM lokal dan telah bekerjasama dengan lebih dari 200 UKM di seluruh nusantara, berkolaborasi dengan Iyonono, dan Didiet Maulana menggelar Peragaan Busana Sikka di Pendopo, Living World Alam Sutera, Tangerang.

Peragaan busana ini memamerkan hingga 58 koleksi pakaian berbahan utama kain tenun ikat Sikka, hasil program pendampingan masyarakat yang dilakukan Pendopo sejak September 2021 di Kabupaten Sikka, NTT.

Direktur Pendopo Tasya Widya Krisnadi mengatakan sesuai dengan visi Pendopo untuk memelihara kekayaan budaya Indonesia, pihaknya mewujudkannya melalui tiga fokus utama Pendopo, yaitu pengembangan produk, kolaborasi dengan para pengrajin lokal, lalu memperkenalkannya pada publik melalui pengalaman ritelnya. Salah satu contohnya adalah peragaan busana hari ini yang diadakan untuk memperkenalkan keindahan tenun ikat Sikka kepada seluruh masyarakat di Indonesia.

“Tidak hanya melalui cara pakai tradisional yang dililit ke tubuh, kami juga mengajak desainer muda Iyonono dan Mas Didiet Maulana untuk ikut mengkreasikan kain tenun ini sehingga dapat mengikuti selera masa kini. Harapannya, masyarakat tidak hanya sekadar mengenal, tapi juga dapat memakai kain indah ini untuk dipakai sehari-hari,” ungkapnya.

Iyonono mengungkapkan, Ia merasa excited untuk mengerjakan kolaborasi ini, karena boleh dibilang melalui karya, bisa menghubungkan para ibu penjahit dari Cirebon dan Kuningan, juga para mama penenun di Sikka. “Hari ini, kami memamerkan 18 koleksi yang memanfaatkan kain perca tenun ikat Sikka hasil karya para mama sebagai aksen dimensional, yang dirangkai oleh para ibu di Cirebon dan Kuningan,” lanjutnya.

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo mengungkapkan, Ia dan segenap masyarakat Sikka memberikan apresiasi dan dukungan yang setinggi-tingginya kepada Pendopo dan Kawan Lama Group yang sudah melaksanakan peragaan busana Sikka sekaligus peluncuran produk hasil penenun binaan Pendopo di Sikka. “Kami bangga produk-produk dari Kabupaten Sikka bisa dikemas dengan sangat baik, sehingga warisan tenun kami bisa diperkenalkan ke masyarakat yang lebih luas melalui Pendopo,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno, yang diwakili oleh Direktur Kuliner, Kriya, Desain dan Fesyen Kemenparekraf, Yuke Sri Rahayu, menyampaikan Kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif sangat mengapresiasi dan mendukung inisiatif yang dilakukan oleh Pendopo.

“Pasalnya, selain melestarikan warisan budaya, kegiatan ini juga mendorong kolaborasi dan sinergi kreatif yang melibatkan masyarakat adat dan desainer muda, sehingga berpotensi membuka lapangan pekerjaan baru untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi di Sikka,” katanya.

Sebagian besar kain tenun ikat Sikka yang digunakan pada peragaan busana Sikka adalah hasil dari program pendampingan masyarakat yang dilakukan oleh Pendopo. Mulai September 2021 hingga September 2022, sejalan dengan misi Kawan Lama Group untuk memberikan nilai tambah bagi kehidupan yang lebih baik, Pendopo menggandeng Didiet Maulana mengadakan program pelatihan dan pendampingan terhadap komunitas penenun ikat Sikka di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan yang dilakukan mulai dari peningkatkan kualitas tidak hanya produk namun juga manajemen mutu dari pengrajin kain tenun ikat Sikka di NTT, mengolaborasikan para penenun adat dengan desainer ternama Didiet Maulana dan Iyonono untuk menyesuaikan selera masa kini, dan akhirnya melestarikan produk budaya tersebut melalui publikasi dan pembukaan akses ke pasar modern melalui Pendopo. (Q cox, tama dini)

Reply