Pendukung Eri-Armuji Klaim Suara Risma jadi Penentu, Pengamat: Pengaruhnya di Pilkada memang masih ada

SURABAYA (Suarapubliknews) – Tak sedikit yang mengatakan, jika dua periode masa kepemimpinan Tri Rismaharini sebagai Wali Kota Surabaya telah banyak membawa kemajuan berbagai bidang, mulai dari infrastruktur hingga persoalan yang menyangkut sumber daya manusia (SDM).

Menurut pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surochim Abdussalam, meski pandemi covid19 yang sempat menurunkan tingkat kepuasan atas kinerja Wali Kota Risma, namun sosoknya masih tetap berpengaruh di tengah masyarakat Surabaya.

“Tetap memiliki pengaruh, betapapun ada pandemi covid19 yang menurunkan tingkat kepuasan atas kinerja beliau yg sebelum pendemi mencapai angka 82%. Apalagi Bu Risma memimpin Kota Surabaya selama 2 periode, pasti punya pengikut loyal dan fanatis,” ucapnya kepada media ini. Sabtu (12/09/2020)

Selain itu, kata dosen FISIB ini, dalam kapasitasnya sebagai Wali Kota, Risma pasti juga memahami mesin birokrasi Pemkot yang punya pengaruh hingga level bawah. “Saya pikir wajar dan tidak berlebihan jika menghitung pengaruh beliau di Pilkada Surabaya,” tandasnya.

Namun, kata Surokhim, tetap harus diingat betapapun faktor patron tokoh faktor utama tetap berada pada figur yang mengikuti kontestasi.

“Risma hanya akan menjadi faktor penguat saja bukan faktor utama. Jadi istilahnya Bu Risma itu hanya akan menjadi faktor sunnah saja, fardu airnya tetatp figur kandidat,” ujarnya.

Surochim mengaku jika lembaganya (Surabaya Suvey Center-red) sempat melakukan survey soal pengaruh Risma di Pilkada Surabaya, tetapi sebelum masa pandemi berlangsung. “Hasil surveynya mencapai 9% dan itu termasuk kategori tinggi untuk pengaruh tokoh di Surabaya,” akunya.

Terpisah, Kusnan Hadi, koordinator elemen masyarakat Aliansi Relawan Eri Cahyadi (AREC), mengatakan jika Risma Wali Kota adalah kepala daerah yang mendapatkan pengakuan sekaligus penghargaan hingga tingkat dunia, karena keberhasilannya di bidang infrastruktur dan SDM.

“Diakui maupun tidak, hingga saat ini warga Surabaya telah menikmati kinerja dan layanan jajaran Pemkot Surabaya dibawah kendali Bu Risma selaku Wali Kota, sehingga hal ini menjadi pijakan warga untuk memilih pemimpinnya di masa mendatang sebagai penerusnya,” ucap Kusnan kepada media ini. Jumat (11/09/2020)

Menurut dia, kondisi ini akan membuat sulit bagi warga Kota Surabaya untuk bisa melupakan sosok Risma diberbagai perhelatan, termasuk saat gelaran Pilkada Surabaya yang sedianya bakal dilaksanakan pada bulan Desember mendatang.

“Nah, secara pribadi saya sepakat dengan beberapa kawan pergerakan dan pengamat politik yang mengatakan jika suara Risma akan tetap berpengaruh di perolehan suara Pilkada Surabaya 2020,” tandasnya.

Disinggung soal persaingan antara Bapaslon Eri-Armuji dan Machfud-Mujiaman di Pilkada Surabaya 2020, penjual kopi ini hanya menjawab normatif sembari tersenyum.

“Pilkada belum digelar, ya kita lihat saja nanti. Semoga hasilnya tetap bisa menjadikan warga Kota Surabaya lebih baik dan sejahtera. Pesan saya, sampai salah pilih. Pertimbangkan dulu baik-baik,” pungkasnya. (q cox)

Reply