Percepat Penanganan Covid 19 di Jatim, Wagub Emil Harapkan Kesadaran Semua Pihak

SURABAYA (Suarapublknews) – Wakil Gubernur Jatim berharap agar kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan terus dilakukan. Seperti mengenakan masker, menjaga jarak serta mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktifitas. Hal itu terus ia sampaikan untuk menekan laju pandemi Covid -19 di Jatim.

Hal ini disampailan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardaksaat mendampingi Kunjungan Kerja Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo saat meninjau RS Lapangan di Indrapura

“Kesadaran semua pihak diharapkan betul partisipasinya dalam memerangi pandemi Covid -19 ini,” katanya.

Bagi pemerintah sendiri, juga akan terus berupaya memperbaiki sistem perawatan pasien dari gejala sedang hingga berat. Termasuk penerapan one gate sistem dan ketersediaan alat pelindung diri (APD) yang harus terus tersedia. “Pemerintah terus mengoptimalkan upaya dan langkah promotif dan preventif,” jelas Emil.

Langkah lain, diterbitkannya peraturan daerah (perda) dinilai sangat penting. Melalui peraturan tersebut, pemberian sanksi kepada pelanggar bisa menjadi langkah penekanan laju penyebaran Covid -19 di Jatim. “Agar bisa lebih efektif,” urainya.

Tingginya angka penyebaran di Jatim disebabkan banyak faktor. Salah satunya adalah belum dimilikinya pengalaman menghadapi pandemi Covid -19. Oleh karena itu, Pemprov Jatim terus melakukan pembenahan. “Semua lini harus segera dibenahi,” ujarnya.

Pembenahan tersebut, meliputi penyelarasan sistem di 99 RS Rujukan, mendirikan RS Lapangan baru untuk menampung sekaligus merawat pasien ringan hingga sedang dengan mengkoordinasikannya. “Kita jangan fokus kerumitannya, melainkan kita fokus menyiapkan solusi apa saja yang harus disiapkan ke depannya,” terang Emil.

Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan, kunjungannya ke Jatim bersama Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo yakni ingin melakukan monitoring dan supervisi terhadap pelaksanaan penanganan percepatan penanggulangan Covid-19 di Jatim.

Salah satunya menyiapkan sarana dan prasarana dengan menyiapkan dua tempat untuk ruang isolasi kepada pasien yang berstatus PDP atau ODP. Termasuk mereka yang diduga memiliki potensi Covid-19. Langkah tersebut akan segera diambil Ketua Gugus Tugas Pusat.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan menambah sarana dan prasarana di luar Surabaya, seperti di Sidoarjo dan Gresik. Tujuannya, agar penanganannya bisa segera terdistribusi dan tidak menumpuk di Surabaya saja.

“Gugus tugas akan melengkapi alat kesehatan primer yang dibutuhkan, khususnya bagi 99 RS Rujukan Utama di Jatim. Terutama yang berada di wilayah Surabaya Raya, kita akan lengkapi dan tambahkan. Seperti penambahan alat ventilator dan penambahan Lab. Spesimen hingga PCR yang akan disuport penuh baik alatnya, mesin hingga bahan habis yang diperlukan. Saya pastikan, khusus untuk Jatim tidak boleh ada keterlambatan, baik itu PCR Kit hingga reagennya,” tutupnya. (q cox, tama dinie)

Reply