Percepat Penanganan Pandemi, DPRD Surabaya Dorong Pemkot Tingkatkan Koordinasi dengan Wilayah Aglomerasi

SURABAYA (Suarapubliknews) – Herlina Harsono Njoto, anggota Komisi D DPRD Surabaya yang membidangi Kesra, mendorong Pemkot Surabaya agar meningkatkan koordinasi dengan beberapa wilayah terdekat (aglomerasi), untuk mempercepat penanganan pandemi di Kota Surabaya dan beberapa daerah penyangga di sekitarnya (Aglomerasi).

Menurut Herlina, selain dengan wilayah aglomerasi, perlu juga koordinasi dengan Satgas Gugus Covid-19 pusat atau dengan Kemenkes, agar ada percepatan bantuan persediaan vaksin di Surabaya, sehingga dosis vaksin ke dua di Surabaya yang baru 68% bisa mencapai 100%.

“Tapi koordinasi dengan wilayah aglomerasi juga sangat penting, karena meskipun kondisi Covid-19 di Surabaya sudah melandai namun belum bisa dikatakan Surabaya bebas PPKM Darurat atau Level 1. Karena wilayah aglomerasi nya masih dalam kondisi tidak sebaik Kota Surabaya,” ujarnya di Surabaya, Kamis (30/09/21).

Politisi perempuan Partai Demokrat ini mengatakn, jika soal penanganan pandemi, di wilayah penyangga memang kondisinya tak sebaik di Kota Surabaya, sehingga wilayah Kota masih terimbas dampaknya.

Untuk itu, Herlina meminta kepada Pemkot Surabaya untuk terus memberikan support kepada wilayah aglomerasi, karena wilayah Kota Surabaya menjadi daerah tujuan dan transit warga wilayah aglomerasi dengan mobilitas yang cukup tinggi, utamanya warga Sidoarjo dan Gresik.

Terkait bantuan 300 tenaga kesehatan dari Pemkot Surabaya untuk wilayah aglomerasi, Herlina mengatakan jika wilayah aglomerasi kewalahan dengan program vaksinasi, sehingga wajar jika Pemkot Surabaya memberi bantuan Tenaga Kesehatan (Nakes).

“Soal bantuan nakes, berarti vaksin yang diberikan pusat ke Pemkot Surabaya sudah tidak ada lagi, sehingga nakes yang di Surabaya diperbantukan ke wilayah aglomerasi. Dan ini merupakan wujud adanya gotong royong untuk mempercepat program vaksinasi Covid-19” terang Herlina.

Diakhir paparannya, Herlina yang kini sedang menempuh program doktor di bidang Psikologi ini berharap agar pemerintah pusat kembali memberikan bantuan dosis vaksin (dosis 1 dan 2) ke Pemkot Surabaya agar targetnya bisa mengarah ke 100 persen. (q cox)

Reply