Percepat Penanganan Stunting di Surabaya, Pemkot Gerakkan TP PKK Ciptakan Menu Olahan Ikan

SURABAYA (Suarapubliknews) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Tim Penggerak (TP) PKK terus bergerak mengatasi masalah stunting. Upaya yang dilakukan salah satunya adalah dengan menggelar lomba Cipta Menu Ikan Lokal.

Lomba Cipta Menu Ikan Lokal bertajuk “Menuju Generasi Surabaya Hebat” ini digelar di halaman depan Mangrove Information Center (MIC) Wonorejo, Kamis (15/9/2022). Lomba tersebut dibuka secara langsung oleh Ketua TP PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti.

Dalam kesempatan ini, Ketua TP PKK Rini Indriyani mengatakan, peserta lomba cipta menu ikan lokal ini diikuti oleh perwakilan TP PKK dari 31 kecamatan se-Surabaya. Masing – masing peserta berlomba menciptakan menu olahan ikan semenarik mungkin agar diminati oleh anak.

“Karena stunting ini kan menjadi konsen pemerintah pusat. Biasanya anak stunting itu disebabkan karena kekurangan protein, dengan lomba ini diharapkan anak mau makan ikan dan terhindar dari stunting,” kata Ketua TP PKK Rini.

Lomba cipta menu ikan lokal ini bukan hanya untuk mengajak anak agar mau mengkonsumsi menu olahan ikan supaya terpenuhi gizi dan proteinnya. Akan tetapi, juga untuk memberikan inspirasi kepada orang tua di Surabaya, bagaimana cara memasak olahan ikan yang menarik bagi anak.

“Kadang kan emak – emak atau ibu muda ini kan malas ya kalau mengolah ikan, selain bau amis juga ribet. Seringnya masak ikan itu yang simpel, tapi kurang menarik bagi anak – anak. Semoga dengan olah yang luar biasa dibuat oleh ibu – ibu PKK ini bisa dijadikan referensi nantinya,” jelas Rini.

Setelah dilombakan, menu – menu olahan ikan lokal ini akan dicetak menjadi buku resep masakan. Setelah tercetak, nantinya akan dipromosikan kepada ibu hamil di Kota Surabaya saat sosialisasi di kantor kecamatan. Sehingga, setelah melahirkan anak, para ibu muda tidak lagi kesulitan mendapatkan referensi menu olahan ikan yang menarik untuk buah hatinya.

“Semoga ini menjadi inovasi dan kita berikan kepada ibu yang anaknya stunting atau kurang gizi, nanti di buku itu ada beberapa olahan menu masakan yang pas dikonsumsi untuk anak,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti mengatakan, nantinya pemenang lomba menu olahan ikan lokal ini akan didampingi untuk mengikuti lomba di tingkat provinsi. Di dalam lomba ini ada tiga kategori olahan menu, diantaranya kudapan, makanan untuk balita dan masakan keluarga.

“Di lomba kali ini, semuanya berbahan dasar ikan patin yang diolah menjadi berbagai macam menu,” kata Antiek.

Antiek menyebutkan, selain untuk meningkatkan selera makan anak agar terhindar dari stunting, lomba ini juga untuk meningkatkan kreativitas masyarakat dalam menciptakan menu olahan ikan yang kekinian. “Selain itu juga untuk membiasakan keluarga dan anak untuk makan ikan. Agar gizi dan kesehatan anak tetap terjaga dengan baik,” ujar Antiek.

Di dalam lomba ini, lanjut Antiek, Pemkot Surabaya turut menghadirkan tim juri berpengalam di bidang menu masakan dan gizi anak. Diantaranya ada dari perguruan tinggi dan Perkumpulan Chef Profesional Indonesia (PCPI).

“Seperti yang dijelaskan oleh Ibu Rini tadi, yang menang nanti akan kita dampingi sampai ke tingkat provinsi. Yang kalah jangan berkecil hati dan tetap semangat, karena panjenengan sudah berkontribusi dan mewakili kelurahan dan kecamatannya masing – masing,” pungkasnya. (Q cox)

Reply