PJ Sekdaprov Jatim Sebut Canthing Jawi Wetan Go Global Jadi Upaya Pemberdayaan UMKM

SURABAYA (Suarapubliknews) – Penjabat (Pj) Sekdaprov Jawa Timur Wahid Wahyudi secara resmi menutup rangkaian gelaran Canthing Jawi Wetan Go Global (CJWGG) yang diinisiasi Pemprov Jatim bersama Bhayangkari Jatim. Ia mengatakan perhelatan yang digelar selama 3 hari ini berjalan dengan baik dan patut disyukuri bersama.

Pasalnya, terlaksananya CJWGG punya makna sangat strategis. CJWGG dinilai Wahid sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya melalui kerajinan bangkit yang erat kaitannya dengan Jawa Timur.

“Batik ini menggambarkan budaya Majapahit yang ada di Jatim. Ibu Gubernur sangat mengapresiasi. Utamanya, CJWGG juga berperan dalam mengungkit pertumbuhan ekonomi bersama UMKM,” katanya saat menutup gelaran Canthing Jawi Wetan Go Global di Halaman Kantor Gubernur Jawa Timur, Jl. Pahlawan No. 110 Surabaya.

Pj Sekdaprov Wahid melanjutkan, bahwa UMKM yang memberikan kontribusi tersebesar dalam perekonomian Jatim yakni sebesar 57,26% sangat berperan strategis. Sehingga menurutnya, penting untuk digelar perhelatan seperti CJWGG ini untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.

“Upaya pemulihan ekonomi yang dicanangkan Ibu Gubernur bersama Forkopimda Jatim yang disambut hangat oleh masyarakat Jatim ini harus diimplikasikan secara nyata. Sehingga aksi-aksi pemulihan ekonomi seperti CJWGG ini harus terus menerus dilaksanakan. Ini kemudian menjadi selaras juga dengan apa yang sedang digalakkan oleh Presiden RI Joko Widodo yakni gerakan Bangga Buatan Indonesia melalui pembelanjaan barang dalam negeri,” ujarnya

UMKM yang menjadi kunci pemulihan dan kebangkitan ekonomi, disadari pula oleh masyarakat luas. Dalam gelaran ini tercatat sebanyak 2.127 pengunjung hadir secara langsung ke lokasi acara. Sedangkan untuk yang hadir secara daring atau online tercatat sekitar 3 ribu pengunjung.

“Luar biasa antusias dan kesadaran masyarakat ini. Bahkan transaksi dalam 3 hari pagelaran ini berjalan tercatat masuk sebanyak Rp. 1.235.802.000,-. Ini transaksi yang cukup besar,” detil Wahid

Secara khusus, Wahid mengungkapkan rasa terima kasih kepada Ketua Bhayangkari Jatim Ully Nico Afinta yang telah menggandeng Pemprov Jatim untuk menggelar kegiatan ini. “Jujur saja bahkan Ibu Gubernur bersama saya (semalam) kagum bahwa Fashion Show ternyata sangat indah jika dilaksanakan di halam Monumen Tugu Pahlawan,” tuturnya.

Keindahan tersebut disampaikan Wahid bisa harus bisa dilaksanan secara kontinyu. Utamanya dalam peringatan-peringatan hari besar seperti Hari Jadi Pemprov Jatim nantinya. “Ini jadi contoh bahwa sangat memungkinkan fashion show digelar di Tugu Pahlawan,” lanjutnya.

Selain bazaar dan pameran, rangkaian acara lainnya yang juga telah terlaksana yakni ulasan buku Canthing Bhayangkari karya Ully Nico Afinta bersama seluruh Bhayangkari Daerah Jatim. Wahid mengungkapkan bahwa buku tersebut adalah buku pertama di Indonesia yang memuat informasi serta sejarah batik.

“Bahkan saya rasa ini buku yang cukup lengkap informasinya. Ini juga menjadi buku yang membantu pelestarian budaya bangsa yakni Batik. Saya apresiasi secara khusus bahwa Ibu Kapolda kita ini adalah sosok dokter spesialis Obgyn tapi masih menyempatkan ambil bagian pada pelestarian budaya dan pemulihan ekonomi,” tutupnya. (Q cox, tama dinie)

Reply