PKS Milad ke 19, Reni Astuti: Dalam dunia politik, yang terpenting menjaga konsistensi

SURABAYA (Suarapuliknews) – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kini telah memasuki usia yang ke 19. Jika ini pertumbuhan manusia, maka kini PKS telah menjalani era dewasa karena telah melewati beberapa masa yakni anak-anak dan remaja.

Fakta menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat Surabaya terhadap PKS dari tahun 2002 hingga sekarang terus menunjukkan grafik yang meningkat, dengan bukti jumlah perolehan kursi di DPRD Surabaya yang kini berjumlah 5 (dari 3 kursi), bahkan mendapatkan posisi wakil ketua.

Diakui mapun tidak, PKS memberikan kepercayaan kepada Reni Astuti untuk meduduki posisi wakil ketua DPRD Surabaya, karena kiprahnya telah terbukti dan berhasil terpilih menjadi wakil rakyat hingga tiga periode berturut-turut.

Tentu kepercayaan ini telah melalui pertimbangan yang matang baik di tingkat DPD, DPW hingga DPP, sehingga amanah yang diterima Reni Astuti adalah sebuah tanggung jawab besar, yang salah satunya soal sinergitas terhadap partai lain.

Reni mengatakan, bahwa kesamaan pandang soal semangat membangun Kota Surabaya yang lebih baik adalah modal utama bagi partainya untuk bisa bersinergi dengan partai-partai lain yang ada di Surabaya.

“Kalaupun di daerah lain (terutama di pusat) mengambil sikap oposisi, tentu PKS menjalankan sikap yang konstruktif dan obyektif. Artinya, jika memang ada sesuatu yang baik, tentu kami juga tidak segan-segan untuk memberikan apresiasi,” ucap Reni kepada media ini. Selasa (20/04/2021)

Bagaimanapun juga, kata Reni, kalau kehadiran partainya ada yang kurang akan selalu menerima masukan dan saran. Intinya terbuka untuk menerima. Bahkan juga terbuka dengan seluruh elemen masyarakat.

Disinggung soal posisi PKS di Surabaya yang kini telah menjadi barometer sekaligus panutan bagi daerah lain karena kondisi politik Kota Surabaya menjadi barometer di Jatim, Reni mengatakan jika kehadirannya harus bisa memberikan solusi dan terus belajar.

“Dengan demikian kami bisa menjalin komunikasi dengan siapapun dan dari latar belakang apapun dengan tidak menempatkan diri lebih tinggi dari siapapun,” ujar politisi perempuan alumni ITS ini.

Namun Reni menolak saat media ini mengatakan jika dirinya menjadi sosok sentral dari PKS di Surabaya, yang kiprahnya mulai menjadi tauladan bagi anggota Fraksi PKS lainnya di DPRD Surabaya.

“Saya hanya merasa punya tanggung jawab untuk memberikan warisan (contoh) yang baik bagi yang baru, karena saya tidak akan selamanya di sini (DPRD Surabaya),” tandasnya.

Di hari jadi PKS ke 19 saat ini, Reni berharap partainya bisa tetap menjaga konsistensi di tengah masyarakat dan bisa menjalankan tugas-tugas kedewanan yang kini diemban dengan baik.

“Tidak menjadi sosok yang ‘tong kosong nyaring bunyinya’, tidak hanya mengusung jargon jargon apik, namun menjadi semangat dan kesungguhan untuk melayani rakyat. Jadi tidak hanya menjadi tagline, tetapi benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat,”

Di akhir paparannya, Reni mengaku jika dirinya akan terus mawas diri untuk mengoreksi apa yang menjadi kekauranga dirinya sebagai politisi dan wakil rakyat.

“Saya mohon doanya, karena konsistensi itu adalah hal yang terpenting dalam kehidupan, karena konsistensi ini sulit untuk ditiru, tetapi haus dibangun dan dibangun,” pungkasnya. (q cox

Reply