PPNKRI Kartini Days, Eri Cahyadi: Perempuan Juga Berperan Dalam Membangun Peradaban

SURABAYA (Suarapubliknews) – Membangun sebuah peradaban dan membangun sebuah kota ataupun negara tidak bisa hanya mengandalkan kaum laki-laki, tapi juga harus melibatkan kaum perempuan. Hal ini duingkapkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat membuka PPNKRI Kartini Days di AJBS Conecworld.

Ia mengajak semua pihak untuk mengambil hikmah dari perjuangan RA Kartini yang terus menggerakkan emansipasi wanita, ingin menyamakan kedudukan antara laki-laki dan perempuan.

“Dengan perjuangan tanpa henti dari RA Kartini, akhirnya kita bisa lihat sekarang di Surabaya dan Indonesia, bahwa kedudukan kaum perempuan sudah setara dengan kaum lelaki. Salah satu contohnya di DPRD Surabaya, sudah banyak perempuan-perempuan yang menjadi anggota dewan, termasuk di Pemkot Surabaya, sudah banyak perempuan yang menjadi Kepala PD (Perangkat Daerah) dan juga camat,” katanya.

Oleh karena itu, Ia berharap dengan adanya Hari Kartini ini, kaum perempuan semakin semangat untuk terus membangun peradaban Surabaya. Apalagi, dalam ajaran agama Islam, surga itu di telapak kaki seorang ibu, sehingga doa ibu itu akan lebih cepat dikabulkan oleh Tuhan.

“Saya berharap pergerakan kaum perempuan terus bisa membawa perubahan untuk Surabaya. Kekuatan dan doa kaum perempuan bisa merubah Surabaya. Selamat berjuang untuk membangun peradaban Kota Surabaya,” tegas Wali Kota Eri.

Ketua Umum Persaudaraan Pecinta Negara Kesatuan Republik Indonesia S. Filipus Herman menyampaikan terimakasih banyak kepada Wali Kota Eri Cahyadi karena sudah bersedia membuka acara ini.

Dalam event ini yang dilaksanakan selama dua hari, yaitu Sabtu-Minggu (23-24/4/2022), ada beberapa kegiatan digelar mulai dari Lomba Busana Nasional, Bazaar UMKM dan Pesta Rakyat, Exhibition Hall, Talk Show dan Tutorial Berkain, serta Auction, Charity.

“Nanti juga akan ada buka puasa bersama dengan Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia di Jawa Timur. Bahkan, nanti peserta lomba dan pengunjung akan dihibur oleh Live Band Performance dan Electone,” katanya.

Melalui acara ini, ia berharap bisa menghilangkan anggapan bahwa kaum perempuan itu kaum lemah. Sebab, perjuangan RA Kartini sudah jelas nyata dan kini kesetaraan gender sudah benar adanya.

“Makanya, saya juga berharap ke depannya para wanita di Surabaya bisa terus berkarya dan tidak ada lagi perbedaan gender, dan Surabaya menjadi rumah yang nyaman bagi semua agama, ras, dan suku, dan itulah sejatinya Indonesia,” pungkas Filipus Herman. (Q cox, tama dinie)

Reply