PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk Resmi Catatkan Saham di BEI

SURABAYA (Suarapubliknews) – PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS) resmi mencatatkan sahamnya di PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan listing ini, Bumi Benowo resmi menjadi perusahaan tercatat ke-25 di bursa tahun ini, sekaligus menjadi perusahaan tercatat ke-690 di bursa sepanjang masa.

Direktur Utama Bumi Benowo Felix Soesanto mengatakan terlepas dari kondisi global, regional maupun dalam negeri yang sedang dalam kondisi tidak kondusif akibat ancaman virus Corona (Covid-19), proses bookbuilding dan penawaran umum telah berjalan dengan lancar.

“Tingginya antusiasme masyarakat terhadap IPO Perseroan tersebut menunjukkan kepercayaan dan harapan masyarakat yang tinggi terhadap pasar modal pada umumnya dan secara khusus pada prospek usaha Perseroan. Dengan hasil pooling dimana terdapat nilai oversubcribe 25,44x, kami meyakini proses listing perusahaan akan berhasil,” katanya.

Pencatatan ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan Perseroan dalam melaksanakan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) sejumlah 1.300.000.000 (1,3 miliar) lembar saham baru atau setara dengan 27% dari Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Perseroan setelah IPO. Saham baru tersebut ditawarkan pada harga Rp120/ lembar saham sehingga keseluruhan dana IPO yang terkumpul adalah sebesar Rp 156 miliar.

Meskipun dalam keadaan kondisi pasar yang kurang kondusif, target dana peraihan BBSS di atas Rp 150 miliar yang ditetapkan di awal periode IPO tetap dapat tercapai. Perseroan akan mengalokasikan 88% dari perolehan dana IPO setelah dikurangi biaya emisi untuk membeli tanah seluas 58.719 m2 di Kebomas, Gresik, di Jatim, yaitu senilai Rp. 130.617.750.000 (Rp. 130,61 miliar), dan sisa dana tersebut akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja pengembangan usaha.

Pembelian tanah yang akan dilakukan BBSS merupakan upaya menambah persediaan lahan (landbank) dan nantinya akan dibangun menjadi pengembangan area pergudangan. Pada 2019, perseroan baru menambah landbank sebanyak 6.683 m2 dan 2.250 m2 sehingga setelah IPO, maka total Landbank milik Perseroan menjadi sekitar 10 hektar.

Selain menerbitkan saham, perseroan juga menerbitkan 650.000 waran sebagai pemanis (sweetener) bagi investor IPO perusahaan, dengan rasio 2:1 atau berarti setiap pembeli 2 lembar saham BBSS, investor akan mendapatkan 1 lembar waran. Waran tersebut akan diterbitkan dengan harga pelaksanaan Rp. 200 dan dapat dieksekusi/exercise oleh investor antara bulan Oktober 2020 sampai dengan April 2021.

Selanjutnya berdasarkan laporan keuangan BBSS periode akhir September 2019, Perseroan memiliki aset senilai Rp. 106,59 miliar yang terdiri dari aset lancar Rp. 83,55 miliar dan aset tidak lancar Rp. 23,04 miliar.

Laporan keuangan yang sama menunjukan ekuitas BBSS tercatat sebesar Rp. 102,1 miliar dan liabilitas Rp. 4,49 miliar, yang juga menunjukkan rasio hutang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio/DER) yang sangat rendah.

Pada periode yang sama, BBSS mencatatkan penjualan Rp. 20,36 miliar dan laba kotor sebesar Rp. 5,49 miliar, sedangkan laba bersihnya sebesar Rp. 3,94 miliar. Pendapatan tersebut naik 427,56% dari perolehan per akhir September 2018, dimana laba bersihnya naik 442,67%.

Di tahun 2020 ini, Perseroan menargetkan kenaikan penjualan sebesar 579,1% dan kenaikan laba bersih sebesar 808,3%. Selain itu manajemen memberikan target untuk pembagian dividen meskipun baru tahun pertama di lantai Bursa yaitu sebesar maksimal 20% dari laba bersih 2020.

BBSS optimistis target kinerja keuangan tersebut akan tercapai karena perusahaan meyakini bisnis perseroan akan ditopang bisnis e-commerce dan perusahaan logistic pihak ketiga (Third Party Logistics /3PL) yang masih menjanjikan. Industri-industri tersebut juga masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar karena didukung realisasi program tol laut pemerintah yang membantu distribusi barang di setiap pulau menjadi lebih efektif.

“Faktor lain yang akan mendukung kinerja perseroan adalah lokasinya yang strategis (hanya berjarak 3 Km dari Pelabuhan Teluk Lamong, dan 2 Km dari Jalan Lingkar Luar Barat/JLLB) Surabaya serta potensi dikantonginya izin Pusat Logistik Berikat (PLB),” tutup Felix. (q cox, tama dinie)

Reply