NasionalPeristiwa

Pulau Pramuka Tanpa Sampah, FIFGROUP bersama Masyarakat Bersihkan Pantai

159
×

Pulau Pramuka Tanpa Sampah, FIFGROUP bersama Masyarakat Bersihkan Pantai

Sebarkan artikel ini

JAKARTA (Suarapubliknews) ~ Indonesia merupakan negara kepulauan dengan 17.000 pulau dan dua pertiga luas wilayahnya berupa perairan menjadi rentan atas risiko pencemaran dan dampak perubahan iklim. Salah satu faktor yang menjadi penyebab terganggunya ekosistem laut adalah kehadiran sampah plastik yang berdampak buruk bagi keberlangsungan kelestarian biota laut.

Dari banyak lokasi pantai yang tersebar di seluruh Indonesia, salah satu wisata laut yang terkenal adalah Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu (TNLKS) atau yang juga dikenal sebagai Taman Nasional Kepulauan Seribu merupakan taman nasional yang kawasannya didominasi oleh perairan laut. Dan bagian dari Pulau Seribu adalah Pulau Pramuka.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, FIFGROUP, perusahaan pembiayaan sepeda motor Honda yang merupakan salah satu dari anak perusahaan PT Astra International Tbk., dan bagian dari Astra Financial berinisiatif mengadakan kegiatan bersih-bersih kawasan pantai atau Beach Clean Up di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta.

Director-in-Charge EHSSR & Sustainability FIFGROUP, Esther Sri Harjati dalam sambutannya menyebutkan, kegiatan yang menjadi rangkaian dari HUT ke 35 FIFGROUP ini, merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam menanggulangi pengurangan sampah plastik sebanyak 70% pada tahun 2025.

“Selain itu, Beach Clean Up ini juga menjadi perwujudan dari campaign FIFGROUP #CARE yang merupakan bagian dari kegiatan #CAREforGreenLiving serta bentuk implementasi Sustainable Development Goals (SDG’s) dan Astra 2030 Sustainability Aspiration,” katanya.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Seribu menyebutkan bahwa volume sampah di Pulau Pramuka mencapai 9 ton setelah libur lebaran 2024. Selain itu, terdapat penelitian yang dilakukan oleh Tim Peneliti Coral Bleaching Institut Pertanian Bogor (IPB) yang menemukan bahwa adanya pemutihan karang di Area Perlindungan Laut (APL) Pulau Pramuka pada 2023.

EHSSR-SM Department Head FIFGROUP, Charles DW Simaremare mengatakan inisiasi Beach Clean Up ini menargetkan pengumpulan sampah sebanyak 70 kilogram sampah dan juga transplantasi 80 baby coral. “Mungkin ini adalah langkah kecil, namun kami berharap bisa turut memberi dampak yang baik bagi laut Indonesia,” katanya.

Esther juga tidak lupa menyebutkan bahwa Beach Clean Up ini merupakan implementasi FIFGROUP dalam upaya mencapai SDG’s diantaranya poin 3 tentang Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan, poin 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung jawab, poin 14 tentang Menjaga Ekosistem Laut, dan poin 15 tentang Menjaga Ekosistem Darat.

Kepala Seksi Peran Serta Masyarakat dan Penegakan Hukum, Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu, Riza Lestari Ningsih menyampaikan bahwa kegiatan seperti sangat dibutuhkan bagi laut Indonesia. “Bukan hanya hasilnya yang menjadi target, namun kesadaran untuk lebih peduli untuk tertib membuang sampah dengan benar pada tempatnya sehingga tidak sampai terbuang ke laut,” katanya.

Hal ini senada dengan pernyataan Program Manager of Divers Clean Action, Yoga Nanda Prasetya menyampaikan pihaknya dari DCA tidak bisa menjaga lingkungan ini sendiri, oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih banyak kepada FIFGROUP yang mau berkegiatan bersama di Kepulauan Seribu. “Harapan kami, program-program untuk menjaga lingkungan hidup khususnya untuk laut seperti ini bisa terus dilaksanakan secara rutin,” katanya.

Kegiatan ini digelar oleh Environment, Health, Safety, Social Responsibility & Sustainability Management (EHSSR-SM) Department FIFGROUP, Unit Kegiatan Karyawan (UKK) FIFGROUP Discovery Society, dan sebuah lembaga swadaya masyarakat di bidang lingkungan, Divers Clean Action.

Kegiatan yang bertajuk “FIFGROUP ber-A.K.S.I (Ayo Kurangi Sampah Indonesia) untuk Laut” ini diikuti oleh 80 peserta yang terdiri dari karyawan FIFGROUP bersama Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu, penduduk setempat, serta pihak Divers Clean Action. Selain bersih-bersih sampah, kegiatan itu juga mencakup transplantasi coral. (q cox, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *