Pupuk Kaltim Hadirkan Fasilitas Pendanaan bagi Distributor Pupuk Non Subsidi di Indonesia

JAKARTA (Suarapubliknews) – PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) menghadirkan kemudahan bagi distributor dan pelanggan korporasi PKT dengan berkolaborasi bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI) guna mendorong perkembangan industri pertanian dan perkebunan melalui ketersediaan pasokan pupuk secara nasional. Kolaborasi ini menyediakan fasilitas pendanaan Distributor Financing (DF) untuk produk pupuk non subsidi.

Direktur Keuangan dan Umum PKT Qomaruzzaman mengatakan, sebagai bagian dari sektor yang cukup vital menyokong ketahanan pangan nasional terutama di tengah pandemi, pihaknya menjawab kebutuhan distributor akan akses layanan keuangan yang mudah dan cepat dengan menggandeng BRI.

“Hadirnya fasilitas ini akan menjadi alternatif pembiayaan yang memudahkan pembelian pupuk non subsidi bagi distributor dan customer korporasi, serta menjamin ketersediaan pasokan pupuk bagi para petani yang merupakan end-user produk-produk pupuk PKT,” katanya saat sosialisasi DF Non Subsidi secara virtual.

Kerja sama eksklusif antara PKT dengan BRI akan mempermudah para distributor terdaftar mendapatkan layanan keuangan ini sesegera mungkin karena adanya sistem terdigitalisasi yang dimiliki oleh kedua perusahaan.

Melalui skema kerja sama ini, para distributor dapat lebih leluasa mengembangkan usahanya. Mereka dapat memilih tenggat waktu pembayaran sesuai kenyamanan dan kemampuan, serta membantu menjaga cash flow keuangan mereka di tengah sulitnya situasi saat ini.

“Melalui program ini, distributor dapat membeli stok pupuk non subsidi yang dapat dibiayai terlebih dahulu oleh bank. Selanjutnya, bank akan menerbitkan jaminan pembayaran kepada PKT,” tambah Qomaruzzaman.

Hadirnya program pendanaan bagi distributor ini juga merupakan upaya PKT dalam memperkuat kemampuan industri pupuk nasional, serta dalam menyediakan pasokan pupuk bagi sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi bagian dari sektor kritikal di tengah pandemi.

PKT melihat kebutuhan pupuk nasional yang terus meningkat, sehingga pasokan wajib dipenuhi dengan mempermudah distributor dan customer korporasi. Upaya ini guna menjamin ketersediaan pupuk bagi petani di seluruh wilayah tanggung jawab PKT.

Dalam sesi sosialisasi tersebut, Team Member BRI Muhammad Haeruddin juga turut memaparkan bahwa DF merupakan opsi pembiayaan berjangka bagi distributor PKT berdasarkan pembelian produk yang sifatnya kontinyu. Fasilitas ini bersifat eksklusif bagi distributor PKT, yang bisa diakses secara full time (24/7) dan disediakan melalui daring tanpa harus repot mengurus pendanaan secara fisik.

Manfaat lain yang diperoleh distributor adalah pendanaan bisa tercover oleh agunan tambahan yang tidak mengharuskan 100% dari plafon yang diajukan, sehingga dapat memberi keleluasaan mengakomodasi bisnis secara keseluruhan. Kepastian plafon pun bersifat tetap selama 1 tahun dan tidak ada perubahan tanpa persetujuan distributor. Dengan fasilitas ini, distributor juga memiliki fleksibilitas pembayaran serta relaksasi khusus untuk suku bunga, dengan jangka waktu pelunasan invoice yang dapat diperpanjang guna memaksimalkan cashflow para distributor.JAKARTA (Suarapubliknews) – PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) menghadirkan kemudahan bagi distributor dan pelanggan korporasi PKT dengan berkolaborasi bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI) guna mendorong perkembangan industri pertanian dan perkebunan melalui ketersediaan pasokan pupuk secara nasional. Kolaborasi ini menyediakan fasilitas pendanaan Distributor Financing (DF) untuk produk pupuk non subsidi.

Direktur Keuangan dan Umum PKT Qomaruzzaman mengatakan, sebagai bagian dari sektor yang cukup vital menyokong ketahanan pangan nasional terutama di tengah pandemi, pihaknya menjawab kebutuhan distributor akan akses layanan keuangan yang mudah dan cepat dengan menggandeng BRI.

“Hadirnya fasilitas ini akan menjadi alternatif pembiayaan yang memudahkan pembelian pupuk non subsidi bagi distributor dan customer korporasi, serta menjamin ketersediaan pasokan pupuk bagi para petani yang merupakan end-user produk-produk pupuk PKT,” katanya saat sosialisasi DF Non Subsidi secara virtual.

Kerja sama eksklusif antara PKT dengan BRI akan mempermudah para distributor terdaftar mendapatkan layanan keuangan ini sesegera mungkin karena adanya sistem terdigitalisasi yang dimiliki oleh kedua perusahaan.

Melalui skema kerja sama ini, para distributor dapat lebih leluasa mengembangkan usahanya. Mereka dapat memilih tenggat waktu pembayaran sesuai kenyamanan dan kemampuan, serta membantu menjaga cash flow keuangan mereka di tengah sulitnya situasi saat ini.

“Melalui program ini, distributor dapat membeli stok pupuk non subsidi yang dapat dibiayai terlebih dahulu oleh bank. Selanjutnya, bank akan menerbitkan jaminan pembayaran kepada PKT,” tambah Qomaruzzaman.

Hadirnya program pendanaan bagi distributor ini juga merupakan upaya PKT dalam memperkuat kemampuan industri pupuk nasional, serta dalam menyediakan pasokan pupuk bagi sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi bagian dari sektor kritikal di tengah pandemi.

PKT melihat kebutuhan pupuk nasional yang terus meningkat, sehingga pasokan wajib dipenuhi dengan mempermudah distributor dan customer korporasi. Upaya ini guna menjamin ketersediaan pupuk bagi petani di seluruh wilayah tanggung jawab PKT.

Dalam sesi sosialisasi tersebut, Team Member BRI Muhammad Haeruddin juga turut memaparkan bahwa DF merupakan opsi pembiayaan berjangka bagi distributor PKT berdasarkan pembelian produk yang sifatnya kontinyu. Fasilitas ini bersifat eksklusif bagi distributor PKT, yang bisa diakses secara full time (24/7) dan disediakan melalui daring tanpa harus repot mengurus pendanaan secara fisik.

Manfaat lain yang diperoleh distributor adalah pendanaan bisa tercover oleh agunan tambahan yang tidak mengharuskan 100% dari plafon yang diajukan, sehingga dapat memberi keleluasaan mengakomodasi bisnis secara keseluruhan. Kepastian plafon pun bersifat tetap selama 1 tahun dan tidak ada perubahan tanpa persetujuan distributor. Dengan fasilitas ini, distributor juga memiliki fleksibilitas pembayaran serta relaksasi khusus untuk suku bunga, dengan jangka waktu pelunasan invoice yang dapat diperpanjang guna memaksimalkan cashflow para distributor. (q cox, tama dinie)

Reply