Raka-Raki Lini Terdepan Promosikan Wisata dan Potensi Ekonomi Jatim

PASURUAN (Suarapubliknews) – Keberadaan Raka-Raki Jawa Timur 2020 diharapkan mampu menjadi front liner untuk mempromosikan pariwisata Jawa Timur. Raka-Raki juga diharapkan ikut mengambil peran dalam mempromosikan potensi ekonomi daerah.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan mereka memiliki kemampuan bahasa asing yang bagus sehingga memiliki potensi besar untuk mempromosikan potensi wisata dan ekonomi yang ada di Jatim.

“Saya ingin peran mereka (Raka-Raki-red) bisa lebih ditingkatkan, seiring dengan mandat dalam perpres 80 tahun 2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi di Jatim yang di dalamnya juga ada proyek wisata Bromo Tengger Semeru,” katanya.

Selain banyak destinasi pariwisata Jawa Timur yang belum tereksplor menyeluruh, juga banyak potensi ekonomi daerah yang belum tersentuh maksimal. Jika Raka-Raki bisa turut berperan aktif, maka berbagai potensi ekonomi di Bumi Majapahit tersebut juga dapat semakin berkembang sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam acara Grand Final tersebut, Mochammad Abizar Yusro (Kab. Pasuruan) dan Gloria Vincentia Riyadi (Kab. Malang) dinobatkan sebagai Raka Raki Jatim 2020. Sementara, yang terpilih menjadi Raka Wakil I adalah Muhammad Abi Zakaria dari Banyuwangi, Raki Wakil I yakni Zahra Salsabila Mutia dari Kota Pasuruan.

“Raka Raki punya tugas untuk mengeksplor bagaimana keunggulan kompetitif dan komparatif yang dimiliki oleh bumi majapahit ini memberi signifikansi bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Jawa Tinur,” imbuh Khofifah.

Jatim memiliki banyak destinasi “feeling good”. Ia berharap, keberadaan destinasi-destinasi ini mampu menarik lebih banyak wisatawan baik lokal maupun manca negara. Pemprov Jatim, berupaya menaikkan jumlah kunjungan wisata ke kawasan tersebut namun dengan tetap memperhatikan daya dukung alam dan lingkungan sehingga kelestarian ekosistemnya dapat terus terjaga.

“Sebanyak-banyaknya yang bisa kita dorong, tetapi harus dibatasi sesuai dengan daya dukung alam dan lingkungan di seluruh wilayah BTS dan Ijen. Juga terkait sampah, hal ini harus menjadi perhatian kita bersama,” lanjutnya.

Sementara itu, Raki Jatim 2020, Gloria Vincentia Riyadi mengaku telah bertekad untuk mulai mengajak generasi muda untuk berkontribusi langsung dalam mempromosikan Jatim, salah satunya menjadi pramuwisata.

“Jadi saya mau duta wisata itu tidak hanya menjadi pembawa baki, namun lebih berkontribusi menjadi pramuwisata yang bisa meng-guide wisatawan mancanegara,” tuturnya.

Bersama dengan Raka Jatim 2020 asal Kabupaten Pasuruan, Abizar, Gloria mengaku siap untuk mengemban tugas baru yang diberikan. (q cox, tama Dinie)

Reply