Rayakan 27 Tahun, Surabaya Suites Hotel Berbagi Dengan Anak Yatim

SURABAYA (Suarapubliknews) – Usia 27 tahun adalah usia yang sudah matang dan dewasa, Surabaya Suites Hotel (SSH) merayakan hari ulang tahun ke-27 seecarasederhana dengan mengundang anak yatim dari Panti Asuhan Arrohman Arrohim, Surabaya.

Ada 20 anak yatim yang ikut merasakan kebahagiaan. Hadir dalam kegiatan tersebut para direksi Surabaya Suites Hotel, jajaran pimpinan dan seluruh karyawan hotel yang beralamat di Boulevard Jl. Pemuda Surabaya tersebut.

General Manager Surabaya Suites Hotel, Firman S Permana mengatakan di masa pandemi seperti sekarang ini, perayaan ulang tahun SSH dilakukan secara sederhana dan lebih banyak berbagi dengan sesama.

“Meski kondisi bisnis perhotelan masih lesu akibat pandemi, namun kegiatan berbagi dengan sesama tetap harus dilakukan. Semoga berkah ini bisa membuat barokah kepada anak-anak panti asuhan,” katanya.

Diusia ini diharapkan bisa lebih dewasa, cerdas, dan seksama apalagi di tengah kondisi bisnis perhotelan yang tertekan sebagai dampak pandemi seperti saat ini.

“Secara umum, di tengah persaingan bisnis hotel yang ketat dan ditambah tekanan pandemi, pekerjaan kita jauh lebih berat apalagi harus berhadapan dengan hotel-hotel baru. Namun kita harus tetap optimis,” ujarnya.

Dia bersyukur, kekompakan yang terjalin antara direksi dan seluruh karyawan, selain juga kolaborasi yang telah dilakukan bersama semua pihak, seperti media, event organizer dan sebagainya kian kuat dan menjadi acuan, bahwa aktivitas hotel tetap harus berjalan.

“Begitu juga dengan properti yang kita miliki, harus tetap dirawat dan diperhatikan. Tidak bisa ditinggal begitu saja atau dibiarkan. Ini saya ingatkan karena biasanya di usia-usia seperti ini akan dilupakan. Jadi jangan dinikmati saat manisnya saja, tapi harus tetap dirawat, sehingga aset yang ada tetap bisa menghasilkan dan bermanfaat bagi seluruh karyawan dan stake holder,” tandas Firman.

Dalam kesempatan itu Firman juga bersyukur di saat pandemi Covid-19 aktivitas di SSH cukup semarak dengan kolaborasi yang dilakukan bersama sejumlah pihak, seperti dengan Indonesian Chef Association (ICA), pegiat UMKM, komunitas kuliner, pariwisata hingga media.

“Dampak yang dirasakan dengan banyaknya even yang kita gelar adalah juga berimbas kepada tamu hotel. Ada peningkatan signifikan, jika pada bulan lalu okupansi hotel kami di sekitar 11-12 persen, saat ini naik menjadi kisaran 18 persen. Masih kecil memang, tapi di masa pandemi saat ini, cukup bisa disyukuri,” tutupnya. (q cox, tama dinie)

Reply