Reses Ketua DPRD Surabaya, Kader Kesehatan Curhat Seragam Kerja hingga Data MBR

SURABAYA (Suarapubliknews) – Kalangan kader kesehatan mengusulkan seragam kerja untuk menunjang aktivitas mereka di masyarakat. Itu disampaikan dalam pertemuan dengan Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Kota Surabaya.

“Kami membutuhkan seragam kerja bagi ibu-ibu kader. Tolong DPRD memperjuangkan,” ujar Tri Susanti dari Kec. Wonocolo dalam penjaringan aspirasi masyarakat yang digelar Adi Sutarwijono, Kamis (19/5/2022) malam.

Sebelumnya, dalam kegiatan serupa di Kec. Sukolilo, usulan sama diajukan Lusiana, kader kesehatan. “Kami membutuhkan seragam kerja, seperti sepatu, kaos dan topi. Kami juga tidak mempunyai senter,” ujar Lusiana.

Adi Sutarwijono, yang juga Ketua DPC PDIP Surabaya, menyampaikan bahwa aspirasi itu sudah dibahas DPRD bersama satuan kerja Pemkot Surabaya.

“Tetapi karena keterbatasan anggaran, kebutuhan sarana prasarana itu belum bisa dipenuhi tahun ini. DPRD akan terus memperjuangkan, dengan mengingat kemampuan anggaran Pemkot Surabaya,” kata Adi.

“Kami mendorong Pemkot Surabaya untuk merumuskan kebutuhan kerja yang tepat bagi kader kesehatan,” lanjut Adi.

Seorang ibu kader kesehatan, Riska, mempertanyakan soal pendataan MBR (masyarakat berpenghasilan rendah).

“Kami dikeluhi warga, mengapa MBR bisa hilang. Yang semula tercatat MBR, tiba-tiba dicek lagi sudah terhapus. Apalagi mau pendaftaran sekolah. Sejumlah warga mempertanyakan terhapusnya data mereka,” kata Riska.

Adi merespon masalah itu, dan akan menindaklanjuti. “Kami akan menggali masalah dan merapatkan itu di DPRD,” kata Adi. Ia menyampaikan terima kasih atas laporan itu.

Dalam kesempatan itu, Adi Sutarwijono juga menyampaikan fokus kebijakan di level Kota Surabaya. Terutama setelah pandemi Covid-19 melandai.

“Fokus kita adalah pemulihan ekonomi, terutama sektor pelaku UMKM kita dorong untuk tumbuh. Melalui intervensi kebijakan maupun kewenangan lain. Dan, DPRD melalui pelaksanaan fungsi-fungsinya terus mengawal agenda pemulihan ekonomi,” kata Adi.

Reply