Respon Tegas Tudingan KIPP Jatim, Relawan Sahabat Abraham Polisikan Novli Thyssen

SURABAYA (Suarapubliknews) – Terkait pernyataannya di beberapa media online, yang salahsatunya adalah media ini, Koordinator KIPP (Komite Independen Pemantau Pemilu) Jatim Novli Thyssen, dilaporkan Relawan Sahabat Abraham ke Polrestabes Surabaya.

Menurut Afik Irwanto Kordinator Relawan Sahabat Abraham, pernyataan Novli Thyssen masuk kategori menyebarkan berita bohong atau hoax, sehingga pihaknya melaporkannya ke Polrestabes Surabaya dengan perkara Fitnah atau Pencemaran nama baik melalui media online, nomor laporan LP/B/070/B/I/2019/JATIM/RESTABES SBY, pada hari Rabu (16/01/2019).

“Kami melaporkan Novli Thyssen dkk ke Polrestabes sebagaimana rumusan Pasal 28 Jo Pasal 45 UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang : Perubahan UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang : ITE Jo. Pasal 55 KUHP, yaitu dugaan menyebarkan berita bohong (hoax) dan menista/mencemarkan nama baik Abraham Sridjaja melalui media online,” jelas Afik saat ditemui di Posko Pemenangan Abraham. Kamis (17/01/2019)

Menurut Afik, pernyataan tersebut berbahaya karena jelas mempunyai maksud dan tujuan jahat dengan sengaja membentuk opini negatif dalam upaya membunuh karakter Abraham Sridjaja yang saat ini tercatat sebagai Caleg DPR RI dari Partai Golkar.

Di saat yang sama, Abraham Sridjaja menjelaskan jika banyaknya alat peraga kampanye berupa baliho tentang dirinya adalah diluar kendalinya, dan belakangan menjadi sorotan publik karena dianggap melanggar sehingga ditertibkan Bawaslu setempat,.

“Banyak simpatisan, teman, relawan dari kami yang dengan sukarela memasang baliho di jalan-jalan tanpa berkordinasi dengan Relawan Sahabat Abraham,” kata Abraham saat ditemui media ini di posko pemenangannya. Kamis (17/01/2019).

Oleh karenanya, Abraham mempersilahkan kepada pihak-pihak terkait seperti Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Surabaya maupun Satpol PP Surabaya untuk memindah dan mengangkut baliho yang memang dirasa melanggar karena itu murni memang diluar kendalinya.

Menurut Abraham, jika sekedar baliho yang terpasang dari seorang caleg dijadikan dasar untuk menentukan pelanggaran, maka logikanya sangatlah mudah untuk menjatuhkan lawan caleg dengan cara memasang baliho caleg lawan sebanyak mungkin tanpa sepengetahuannya.

Selama kampanye, lanjut Abraham, selain pemasangan alat peraga kampanye (APK) di beberapa titik di Surabaya, ia juga keliling-keliling ke komunitas anak-anak muda dan sosialisasi program.

“Target saya anak muda. Soalnya ini kan pertama kali saya jadi caleg, jadi masih banyak hambatan, masih nubruk kanan kiri, masih bingung lah,” ujarnya.

Abraham berharap, apa yang dilakukannya bisa menginspirasi anak muda untuk tidak apatis terhadap politik. Tentunya dengan harapan, di daerah pemilihan (dapil) Jatim 1 (Surabaya-Sidoarjo), Partai Golkar dapat dua kursi untuk DPR RI.

“Tapi kalau tidak bisa ya pusing juga karena mengalahkan caleg petahana tidak mudah, apalagi Pak Adies Kadir kan sudah lama jalan dari bebeberapa tahun lalu,” harapnya.

Tidak hanya itu, Abraham juga mengaku jika dirinya hanya ingin berkompetisi secara sehat dengan mengusung program, bukan menyerang secara pribadi, karena semua yang dilakukanny selama ini tidak ada tujuan untuk mengalahkan siapapun apalagi sesama Caleg dari Partai Golkar.

“Saya memang pendatang baru, tujuan saya saat ini hanya ingin turut membesarkan partai, maka kalau ada pihak-pihak yang menyerang saya secara pribadi apalagi dikaitkan dengan tindak pidana, tentu saya akan berreaksi cepat dan tegas,” pungkasnya. (q cox)

Reply