Sampoerna Laksanakan Vaksinasi Gotong Royong bagi Puluhan Ribu Karyawan Mitra Produksi Sigaret

MOJOKERTO, (Suarapubliknews) – PT HM Sampoerna Tbk. melanjutkan wujud komitmennya untuk melaksanakan program vaksinasi bagi seluruh karyawan langsung dan tidak langsung yang berjumlah sekitar 65.000 orang. Mayoritas karyawan tersebut bekerja di enam fasilitas produksi Sampoerna dan 38 Mitra Produksi Sigaret (MPS) yang tersebar di berbagai kota dan kabupaten di Pulau Jawa.

Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah saat yang meninjau langsung proses vaksinasi mengapresiasi program yang diselenggarakan di dua MPS yang berlokasi di Kabupaten Mojokerto. “Kami mengapresiasi langkah pelaku usaha dalam memfasilitasi vaksinasi bagi para karyawannya, khususnya dalam industri yang padat karya seperti ini. Partisipasi aktif pelaku usaha seperti yang dilakukan Sampoerna tentunya akan membantu upaya Pemerintah dalam menekan laju penularan dan membantu percepatan upaya membangun kekebalan komunal terhadap COVID-19,” katanya.

Program yang akan dilaksanakan pada tanggal 5-7 Agustus tersebut dilakukan melalui program vaksinasi Gotong Royong yang merupakan kerjasama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) dengan total karyawan yang akan divaksinasi sekitar 1.720 orang

Direktur Sampoerna, Elvira Lianita, mmengatakan program vaksinasi ini merupakan wujud komitmen dalam memprioritaskan kesehatan dan keselamatan karyawan, sekaligus bagaimana Sampoerna melakukan upaya terbaik dalam menjalankan roda ekonomi di tengah masa pandemi ini.

“Sebagai salah satu pelaku industri padat karya, Sampoerna senantiasa menerapkan standar protokol kesehatan yang ketat dan memberikan upaya perlindungan lainnya untuk memastikan kesehatan dan keselamatan dari para karyawan,” katanya.

Ia juga melaporkan perkembangan program vaksinasi di Sampoerna kepada Menaker. Dimana hingga 30 Juli 2021, lebih dari 42.000 orang atau 65% dari total karyawan langsung dan tidak langsung Sampoerna telah menerima setidaknya satu dosis vaksinasi. Sisanya, telah dijadwalkan untuk menerima vaksin Gotong Royong secara bertahap sampai akhir bulan Agustus.

“Kami menargetkan dan berupaya agar vaksin ini dapat menjangkau sekitar 65.000 karyawan tersebut ketika Sampoerna memperingati hari jadi perusahaan yang ke-108 pada tanggal 27 Agustus nanti,” jelas Elvira.

 

Sementara Ketua KADIN, Arsjad Rasjid, yang turut hadir pada acara tersebut mengatakan, pihaknya mengapresiasi komitmen Sampoerna untuk melindungi karyawannya dari ancaman COVID-19 melalui program Vaksinasi Gotong Royong.

“Program ini merupakan upaya dari KADIN untuk berkontribusi kepada bangsa dan membantu Pemerintah untuk pulih dari situasi pandemi sehingga perekonomian bangsa juga secara otomatis dapat bangkit. Upaya bersama ini juga mendukung tercapainya kekebalan komunal,” katanya.

Program Vaksinasi Gotong Royong menyasar karyawan dari perusahaan milik anggota KADIN, dan biayanya dibebankan ke perusahaan. “Melalui program ini, KADIN membantu pemerintah mengejar target vaksinasi nasional, tanpa membebani APBN,” jelas Arsjad.

Upaya Sampoerna dalam memvaksinasi puluhan ribu karyawan langsung dan tidak langsung diapresiasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Terkait hal ini, Menaker Ida Fauziyah memberikan Piagam Penghargaan atas partisipasi Sampoerna dalam membangun herd immunity (kekebalan komunal).

Pada kesempatan yang sama, Menaker Ida Fauziyah juga turut memberi penghargaan kepada Sampoerna dan para mitra produksi sigaretnya sebagai Industri Tangguh dalam Penyerapan Tenaga Kerja Dalam Masa Pandemi.

Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan perusahaan untuk tidak hanya mempertahankan tenaga kerja, tapi juga bertumbuh dan menyerap lebih banyak tenaga kerja. Pada tahun 2021, Sampoerna menambah kapasitas produksi SKT melalui MPS sehingga hal ini berdampak langsung pada penambahan tenaga kerja lebih dari6.000 orang yang tersebar di beberapa MPS.

“Tentunya kami menyambut positif pencapaian ini, khususnya di tengah tantangan pandemi COVID-19 yang banyak memberi dampak bagi perekonomian. Kami harap ini dapat menjadi pemacu bagi Sampoerna dan para mitra produksi sigaretnya untuk terus dapat berkarya,” ungkap Menaker Ida Fauziyah.

Elvira menyampaikan, pihaknya sangat berterima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Ini merupakan sebuah pengakuan atas komitmen dan upaya bersama dalam mempertahankan dan menyerap tenaga kerja, terutama di masa pandemi.

“Penambahan serapan tenaga kerja yang dilakukan oleh MPS kami ini tidak terlepas dari peran Pemerintah yang tidak menaikkan cukai SKT di tahun 2021 dengan pertimbangan utama sebagai industri padat karya. Untuk itu, kami menyampaikan apreasiasi kepada Pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi,” terang Elvira.

Selain perlindungan terhadap karyawan, Sampoerna menegaskan komitmennya dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional dengan memberikan dukungan bagi para pelaku UMKM dan masyarakat melalui berbagai inisiatif. Sampoerna dengan para mitra melancarkan upaya-upaya digitalisasi bagi UMKM untuk meningkatkan daya tahan dan daya saing mereka di masa pandemi.

Bagi masyarakat luas, Sampoerna terus bersinergi dengan berbagai pihak, dimana salah satunya melalui KADIN, untuk menyalurkan bantuan seperti alat kesehatan, alat pelindung diri, makanan pokok, dan penyediaan fasilitas lainnya . Sepanjang tahun 2020, perusahaan menyalurkan bantuan dengan nilai sekitar Rp80 miliar. Tahun ini, Sampoerna kembali melanjutkan dengan inisiatif lainnya sesuai dengan kebutuhan masyarakat, mengingat pandemi yang masih berlangsung.

“Kolaborasi antar pihak akan menjadi kunci dalam penanganan pandemi. Bersama dengan Pemerintah dan KADIN, Sampoerna akan ikut berpartisipasi aktif dan memberikan dukungan untuk membantu upaya pemulihan perekonomian nasional,” tutupnya. (q cox)

Reply