Sempat Tertunda, SFP 2020 Akan Digelar Secara Daring

SURABAYA (Suarapubliknews) – Tertunda akibat pademi Covid 19 yang melanda Indonesia dan penetapan zona merah di Surabaya, Surabaya Fashion Parade (SFP) 13 tahun akan digelar secara daring.

Founder SFP, Dian Apriliana Dewi mengatakan, tahun ini penuh tantangan karena adanya pandemi Covid-19, namun pihaknya berkomitmen tetap menggelar SFP meskipun konsepnya berbeda dan penerapan new normal yang terstandarisasi.

“Event yang mestinya digelar 16-19 April, mundur ke 2-4 Oktober 2020 dan berubah menjadi virtual fashion parade pertama di Surabaya melalui live streaming Youtube channel Surabaya Fashion Parade. Perubahan konsep ini jadi tantangan tersendiri bagi tim SFP dan kami percaya event tahun ini membawa pengalaman baru bagi industri fashion Surabaya,” katanya di Djaman Doeloe Resto and Bar Four Points Pakuwon Indah.

SFP tidak hanya menjadi event lokal, juga internasional dan agenda tahunan dalam HUT Surabaya oleh pemkot. Sejak 2017 SFP bekerjasama dengan Indonesian Fashion Chamber (IFC) menciptakan event fashion.

Di tahun ke 13 ini, tema yang diangkat SFP adalah Viable, diambil dari bahasa Inggris dengan makna mampu bertahan hidup dalam kondisi tertentu. Menitikberatkan konsep sustainability, industri fashion saat ini mengalami perubahan.

Desainer IFC dan Ketua SFP 2020, Alben Ayub Andal mengatakan, dengan fashion show virtual sebenarnya tetap membutuhkan audience seperti saat offline. Konsep virtual ini nantinya semua desainer diminta mengirimkan karyanya untuk di syuting oleh tim IFC agar hasilnya lebih baik daripada mengirimkan rekaman video masing-masing. Ada tiga tema yang akan dibawakan dalam virtual nanti.

“Jadi fashion show ini nanti akan kita kemas seperti film. Dengan karakter masing-masing desainer jadi lebih mudah menyuguhkan kreasinya. Setiap satu baju yang ditampilkan di film waktunya sekitar 10 detik, jadi akan benar-benar diekspose detail dari baju tersebut,” paparnya.

Nantinya, akan menentukan tiga lokasi berbeda, yang mana pada tiap tempat digunakan untuk menampilkan beberapa konsep berbeda yakni, ready-to-wear ethnic, busana muslim, dan cocktail dress.

“Karena acara ini juga digelar secara virtual, maka kami membatasi jumlah desainer yakni, 30 orang saja. Serta acara ini akan digelar selama tiga hari, yang mana per harinya diadakan selama dua jam,” terang Dian.

Dalam acara virtual nanti audience tidak akan bosan hanya menonton fashion show saja, tetapi akan ada jeda waktu untuk bertanya atau ngobrol dengan desainer. “Biasanya kalau fashion show offline, para desainer tidak ada kesempatan buat di interview, nah kali ini beda. Mereka bisa menjelaskan tentang koleksinya, juga ada behind the scene dari para desainer, model, ataupun dari para sponsor yang ikut ambil bagian dalam SFP Virtual 2020 ini,” tutupnya

Direktur Viva Cosmetics, Yusuf Wiharto menyebutkan, tahun ini sulit karena pendemi Corona, namun pihaknya mengapresiasi Pakuwon karena tetap menggelar SFP. Sesuai komitmen Viva Cosmetics untuk selalu mensupport industri kreatif seperti desainer, fashion model, dan lainnya.

“Jadi komitmen kita terus mendukung industri kreatif dalam kondisi apapun terutama tahun ini yang tidak menentu maka fashion show digelar secara virtual,” jelasnya. (q cox, tama dinie)

Reply