SFP 2019 Lestarikan Budaya Lokal

SURABAYA (Suarapubliknews) – Event fashion tahunan Surabaya Fashion Parade kembali digelar. Mengusung tema fusione dalam Bahasa Itali yang artinya perpaduan atau bauran, SPF 2019 ingin menampilkan paduan berbagai unsur dalam dunia fashion.

Ketua Panitia SPF 2019, Yunita Kosasih mengatakan event tahun ini merupakan salah satu cara untuk melestarikan budaya di masa yang akan datang supaya para generasi milineal saat ini tetap mencintai produk local mereka.

“Melalui Surabaya Fashion Parade (SFP) kali ini kami mengajak para desainer dan masyarakat untuk berpartisipasi bersama dalam upaya melestarikan budaya dan berpartisipasi di acara SFP 2019,” katanya.

Even ini ke 12 kalinya akan digelar mulai 24 hingga 28 Februari 2019 mendatang. Menghadirkan 5 tema busana yang berbeda tiap harinya. Yakni ethnic, urban, cocktail and evening gown, moslem and modest wear, party, serta mens fashion.

Dengan melibatkan banyak desainer dari seluruh Indonesia, dan luar negeri. Diantaranya Restu Anggraini, Danjyo Hiyoji, Yosafat Dwi Kurniawan, Wilsen Willim,Geraldus Sugeng serta Desainer kenamaan Bangkok, Vorravaj yang telah mengikuti London Fashion Week 2019.

Founder Surabaya Fashion Parade, Dian Apriliana menambahkan bahwa Surabaya Fashion Parade ini merupakan wadah bagi para pengiat fashion local, pengerajin kain serta para model untuk menujukan karyanya yang tidak selau berkiblat ke Jakarta.

“Jadi seperti semangat awal SFP, ‘Fusione’ ini mengajak semua yang punya passion pada bidang fashion kembali pada tujuan awal ketika acara ini dibuat yaitu menjadikan Surabaya sebagai pusat fashion terbesar di Indonesia Timur,” tambahnya. (q cox, Tama Dinie)

Reply