Siap Lanjutkan Pembangunan di Surabaya, Ini Program Whisnu Sakti Buana ke Depan

SURABAYA (Suarapubliknews) – Keberhasilan pembangunan di Kota Surabaya harus bisa dirasakan oleh seluruh warga tanpa terkecuali, termasuk yang berada di wilayah pinggiran maupun pojok-pojok kampung.

Pernyataan ini disampaikan oleh Whisnu Sakti Buana Wakil Wali Kota Surabaya di Ruang Trowulan Hotel Bumi Surabaya jl. Basuki Rahmat Surabaya sebagai paparan program dan gagasannya (visi dan misi) untuk Surabaya ke depan.

“Ini sebuah gagasan ke depan, kita ingin memerataan keberhasilan pembangunan agar bisa dirasakan oleh seluruh warga Surabaya, sampai ke pojok-pojok kampung. Dengan konsep Surabaya yang BERDAULAT, BERDIKARI dan BERKEBUDAYAAN,” ucapnya. Minggu (10/11/2019)

Politisi PDIP memaparkan, bahwa BERDAULAT itu maknanya bagaimana warga Surabaya bisa berperan aktif dalam pembangun. “Di tahun 2010 nanti akan ada anggaran 100 Juta per RT, sehingga sistemnya bottom up (dari bawah ke atas), karena usulan langsung dari warga,” papar Bakal Calon Wali Kota untuk Pilkada Surabaya tahun 2020 ini.

Sedangkan BERDIKARI, kata dia, artinya bagimana kita mengembangkan local brand yakni UMKM yang ada, agar semakin berkembang.

“Kita tumbuhkan lagi ekonomi-ekonomi baru di Surabaya dengan konsep mass transport. Kita berikan koridor Timur Barat, koridor Utara Selatan dan lain-lain sebagai feeder-feeder,” ujar mantan Ketua DPC PDIP Surabaya yang kini menduduki posisi Wakil ketua DPD PDIP Jatim ini.

Tidak hanya itu, WS-sapaan akrab Whisnu Sakti Buana, juga menyampaikan soal bagaimana mengembangkan Suramadu Culture yang ada di kaki jembatan Suramadu, sebagai nuansa baru untuk Surabaya.

“Nanti disana akan ada patung Karapan Sapi, ada patung Gubernur M.Nur sebagai representasi orang Madura yang ikut berhasil membangun Surabaya,” tandasnya.

Sebagai wujud kepeduliannya terhadap seluruh lapisan masyarakat, WS kembali menyampaikan soal bagaimana RTH yang ada bisa memberikan space bagi UKM dan PKL agar bisa berjualan. “Dan banyak lagi ruang terbuka yang untuk coworking space. Maka selain untuk ruang terbuka hijau, tetapi juga bisa menumbuhkan titik-titik ekonomi,” tambahnya.

Menurut WS, sebenarnya sudah banyak local-local brand di Surabaya, hanya saja belum terpublikasi secara masif. “Termasuk bagaimana pemerintah kota membantu membuka pasar ke depan sebagai bagian dari program berdikari,” tegasnya. (q cox)

Reply