Siapkan Anggaran 114 Miliar Lebih untuk Penanganan Covid-19, DPRD Sidoarjo Minta Pemkab Bisa Transparan

SIDOARJO (Suarapubliknews) – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo diminta transparan dan benar benar bertanggung jawab dalam penggunaan anggaran daerah untuk penanganan Covid-19.

Pasalnya, anggaran yang digelontorkan Pemkab Sidoarjo bisa dibilang cukup besar dalam menangani Covid-19 diwilayahnya. Data yang dihimpun, hasil rapat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 bersama Forkopimda Kabupaten Sidoarjo menyebutkan besaran anggaran Pemkab kepada Dinas – dinas yang terkait penanganan virus Corona mencapai Rp. 114.357.425.156 Miliar. Anggaran tersebut di distribusikan kepada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diantaranya,

Dinas terkait yang menerima kucuran diantaranya yakni BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) sebesar Rp. 1,9 Miliar, Kominfo Rp. 659,5 juta, Dinas Kesehatan Rp 43,1 Miliyar, Disperindag Rp. 3,9 Miliar, Kesbang Rp, 56 juta, Satpol PP. Rp. 5,5 Miliar, Dinas Sosial Rp 45.1 Miliar, Dinas P2CKTR Rp. 343,5 juta, RSUD Rp. 9,4 Miliar, Kecamatan Rp 2.4 Miliar, Dinas Perikanan Rp 108,3 juta, DLHK Rp 834,3 juta, dan Dinas Perhubungan sebesar Rp 715,9.

Berdasarkan dari data tersebut OPD yang mendapatkan anggaran paling banyak untuk penanganan Covid 19 adalah Dinsos (Dinas Sosial) hingga mencapai Rp 45.162.100.000.

Melihat banyaknya anggaran yang digelontorkan oleh Pemda Sidoarjo, Mochamad Sochib Anggota DPRD Sidoarjo dari partai NasDem angkat bicara. Ia berharap dalam pelaksanaanhya para OPD busa bekerja dengan semaksimal mungkin dan ber tanggung jawab penuh.

“Agar wabah Covid -19 khususnya di Sidoarjo segera teratasi, kita berharap semua OPD yang mendapatkan alokasi dana penanganan Covid-19 bekerja dengan baik dan penuh tanggung jawab,” katanya, Selasa (14/04/2020).

Selain itu, Sochib yang juga Ketua Fraksi Nasdem-Demokrat DPRD Sidoarjo itu berharap para OPD juga mengedepankan transparansi dalam penggunaan anggaran dan juga harus tepat sasaran.

“Harapan saya anggaran yang besar itu tepat sasaran dalam penggunaannya, dan yang lebih penting lagi harus transparan,” pungkas Sochib. (q cox, drie)

Reply