Peristiwa

Surabaya is Yours : Norton Bangunan, Undang Seniman Grafity Percantik Tembok Halaman Parkir Toko

80
×

Surabaya is Yours : Norton Bangunan, Undang Seniman Grafity Percantik Tembok Halaman Parkir Toko

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Aksi corat-coret tembok bangunan gedung dan rolling door, street art atau yang lebih dikenal dengan mural marak terjadi, khususnya di kota besar seperti Surabaya. Namun tidak semua aksi coret mencoret ini sebagai bentuk fandalisme, tapi malah menjadi hasil karya yang indah.

Hal ini yang melatar belakangi salah satu toko bahan bangunan Norton mengelar kompetisi street art dengan memanfaatkan tembok yang berada di halaman parkir toko mereka. Owner Norton Bangunan, Mulyadi mengatakan pihaknya sengaja menggelar kompetisi ini tidak hanya untuk menaikkan branding brand mereka namun juga mengapresiasi para seniman.

“Sebagai toko bahan bangunan kami pastinya menjual cat, salah satunya adalah cat yang khusus untuk mural. Selain untuk menanikkan branding toko dan brand, kami ingin mewadahi para seniman untuk menuangkan kreatifitas mereka. Kami menggandeng komunitas grafiti Surabaya untuk mewujudkan imajinasi mereaka dalam tema Surabaya is Yours,” katanya.

Mulyadi berharap dengan adanya karya ini bisa menjadi spot masyarakat yang ingin mencari tempat untuk berfoto. “Kenapa kami memilih tema Surabaya is Your, karena Surabaya milik kita bersama, tempat untuk berkreasi. Seperti halnya tempat ini, masyarakat dipersilahkan datang sekedar foto ditempat ini,” katanya.

Salah satu peserta dari Surabaya Grafiti, Deden S atau yang lebih dikenal dengan Hyneds mengatakan sebenarnya sejak pemerintahan Walikota Tri Rismaharini, para pelukis jalanan ini mendapatkan tempat untuk menampilkan karya mereka. Namun diakuinya tidak semua tempat mudah untuk mendapatkan ijin.

“Biasanya teman – teman mencari tembok bangunan yang sudah terfandalisme, setelah mengamati beberapa saat, jika owner bangunan hanya membiarkan, mereka baru meminta ijin untuk memperindah tembok itu dengan karya mereka,” katanya.

Namun diakuinya ada juga teman – teman yang memilih langsung menggambar disebuah tembok dan saat ketahuan mereka bersedia untuk membersihkan jika diminta. “Tapi ada juga pemilik banguan yang membiarkan saja karya mereka. Kami senang kalau ada pemilik bangunan seperti Norton yang mengijinkan kami menampilkan karya ditempatnya,” ungkapnya. (q cox, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *