Surokim Abdussalam: Dua Calon di Muscab Demokrat Surabaya Lebih Baik Daripada Tunggal

SURABAYA (Suarapubliknews) – Pengamat Politik Surokim Abdussalam, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Truno joyo Madura (UTM), mengatakan jika munculnya dua kandidat di jelang Muscab akan menjadikan Partai Demokrat (PD) Surabaya dinamis.

“Menurut saya, aspirasi arus bawah jangan sampai disumbat, biarkan alami saja sehingga dinamika kontestasinya terlihat.,” ucapnya kepada media ini. Minggu (22/05/2022)

Menurut Surokim, munculnya dua kandidat justru akan lebih baik daripada calon tunggal. Calon tunggal memang akan memudahkan konsolidasi partai, namun untuk eksternal bisa jadi kurang menarik perhatian publik.

“Dua calon juga baik, daripada calon tunggal. Toh nanti DPD dan DPP juga yang akan menentukan pada tahap akhir,” ujarnya.

Kalau calon tunggal, lanjut Surokim, akan lempeng-lempeng saja kesannya dan tidak perlu panjang prosesnya di DPD dan DPP.

“Beda, kalau ada calon lain masih bisa ada pertimbangan dan dinamika di partai. Melihat situasi yang berkembang, saya pikir Muscab Demokrat Surabaya akan menjadi gambaran bagaimana partai demokrat dikelola saat ini,” tuturnya.

Seperti diketahui, menjelang kontestasi perebutan kursi Ketua DPC Demokrat Surabaya 2022-2027 mulai memanas. Berbagai polemik dan konflik mulai muncul ke permukaan. Sementara pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Demokrat Surabaya 2022 bakal digelar serentak bersama DPC se-Jawa Timur lainnya.

Plt Ketua DPC Demokrat Surabaya Lucy Kurniasari berniat maju pada gelanggang pertarungan perebutan kursi pimpinan. Namun, langkahnya diikuti kader lainnya, yakni Herlina Harsono Njoto juga berniat mencalonkan.

Sedangkan yang ramai saat ini mengenai dukungan dari DPAC se-Surabaya. Kedua kubu mengaku mendapat dukungan mayoritas. Herlina menyebut sebanyak 21 DPAC telah memantapkan dukungan kepadanya, sedangkan Lucy mengklaim mendapat kekuatan 29 DPAC.

“Jadi DPC Partai Demokrat telah mengantongi legalitas dari 29 DPAC yang masih solid memberikan dukungan kepada Lucy Kurniasari,” kata Sekretaris DPC Demokrat Surabaya Junaedi.

Hingga kubu Lucy pun membawa berkas kesepakatan dukungan yang sudah ditandatangani oleh DPAC itu ke notaris. “Yang jelas surat dukungan secara tertulis dan legal telah mengikat kesepakatan dilakukan kedua belah pihak. Jadi tidak bisa tiba-tiba beralih pencalonan dilakukan secara sepihak,” ujar Junaedi.

Hanya saja, harapan Lucy tidak sesuai apa yang diinginkan karena kabar yang beredar ada 13 DPAC justru berbelok arah memberikan dukungannya kepada Herlina. Sehingga membuat perempuan yang menjabat di Anggota DPR RI ini bereaksi keras dengan melayangkan somasi. (q cox)

Reply