TAG, Bantu Wujudkan Impian Pelajar Study di US

SURABAYA (Suarapubliknews) – EducationUSA Surabaya yang merupakan bagian dari Education USA Indonesia, tahun ini melaksanakan sebuah program terbaru bernama “Targeted Advising Group.

Konsul Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Mark McGovern mengatakan TAG adalah program di mana penasihat EducationUSA, bersama siswa atau lulusan perguruan tinggi dan universitas AS, secara intensif membimbing anak muda Indonesia yang ingin belajar di Amerika Serikat.

“Tujuan akhir dari program ini adalah membantu persiapan aplikasi ke universitas sampai sukses, dan layanan ini gratis,” katanya saat secara resmi membuka Targeted Advising Group (TAG)

Sebagai awal dari program ini, EdUSA Surabaya berkerjasama dengan Institut Sepuluh November (ITS) dan American Corner Universitas Airlangga (AmCor UNAIR). Dalam Bach pertama ini secara kompetitif telah terpilih 8 dosen, 7 mahasiswa ITS dan 8 relawan AmCor UNAIR.

“Saya sering mendengar banyak orang berpikir mereka harus berasal dari keluarga elit, atau memiliki nilai terbaik, atau harus lulusan dari sekolah elit untuk bisa ‘layak’ bersekolah di A.S. Tapi saya ingin memperjelas, studi di luar negeri adalah untuk setiap orang,” papar Mark.

TAG adalah program inisiatif baru dimana EdUSA Adviser bersama dengan Alumni dan mahasiswa AS, membantu secara intensif dan mengarahkan calon mahasiswa dari Indonesia yang akan melanjutkan studi ke AS.

Education USA Surabaya Adviser, Yehezkiel Tumewu, menambahkan pelaksanaan perdana program TAG berupa sharing class mengenai pendidikan pasca sarjana. Salah satu yang dibahas adalah mencari kampus berdasarkan priority list.

“Calon calon pelamar sekolah ke Amerika Serikat disarankan membuat daftar lima universitas yang akan dituju berdasarkan tiga kategori, yaitu dream, realistic, dan safety. Bagi calon pelamar studi yang masih bingung menentukan pilihan universitas. Dapat menggunakan website pencari universitas dan informasi akreditasi kampus yang dapat digunakan,” tambahnya.

Program ini akan berjalan selama kurang lebih 1 thaun dan melalui 8 kali pertemuan dan peserta dibagi menjadi 2 kelumpok. “Salah satu yang ditegaskan adalah keseriusan calon pelamar dalam mengikuti program ini. Dan kerjasama sendiri tidak hanya dengan 2 universitas yang sudah ada namun universitas lainnya,” tegasnya.

Program-program seperti ini menyoroti peringatan 70 tahun hubungan antara AS dan Indonesia, dan keanekaragaman hubungan, yang mencakup pendidikan, berbagi keahlian, dan berinovasi untuk menciptakan masa depan yang lebih cerah. (q cox, Tama Dinie)

Reply