Tak Hanya Edukasi, HoJ Beri Panggung Untuk Disabilitas

YOGYAKARTA (Suarapubliknews) – Bergerak dibidang edukasi dan entertainment, History of Java museum memiliki kepedulian yang tinggi akan tumbuh kembang anak yang positif, termasuk diantaranya upaya untuk meredam efek negative dari konten games online.

CEO Marcomm D’Topeng Kingdom Group yang merupakan holding company History of Java Museum, Elly Halsamer mengatakan dewasa ini, dunia anak Indonesia terancam dengan kehadiran game gadget yang jelas tak memberikan ruang bagi banyak hal yang seharusnya dilakukan dan dialami.

“Banyak anak memilih berada dalam kamarnya hanya untuk bermain game elektronik yang bahkan tak jarang juga menutup ruang komunal sang anak. Belum lagi dengan konten yang, tak jarang bermuatan negative dan belum layak serta pantas dipaparkan pada anak anak. Tanpa pengawasan yang melekat, tentunya game ini akan berbahaya pada fase tumbuh kembang anak-anak dan mempengaruhi keadaan saat dewasa nantinya,” katanya.

Hal ini yang melatarbelakangi terselenggaranya Lomba Akbar Dakon yang diikuti 2200 peserta serta 1120 penghibur yang berkolaborasi dalam tarian dan nyanyian di panggung Little Malioboro Street Food HoJ. Selain itu digelar pula festival mainan anak dan bazaar makanan tempo doeloe.

Salah satu yang special adalah penampilan dari murid SLB ABCD Tunas Kasih Donoharjo Ngaglik Sleman. Hal ini memang menjadi komitmen inklusifitas yang diterapkan oleh D’Topeng Kingdom Group untuk seluruh perusahaan dibawahnya.

“Kami memang memegang teguh prinsip inklusitas, termasuk pelibatan teman-teman difabel dalam hampir tiap acara yang kami gelar, karena prinsip kami semuanya sama, semua berkarya, bahkan di perusahaan kami seluruhnya memiliki kuota teman difabel sebagai pegawai. Semangat kami adalah edukatif, inklusif, safety dan entertaining, semuanya dilakukan demi generasi penerus bangsa yang lebih baik,” tutup Elly. (q cox, Tama Dinie)

Reply