Tak Hanya Gaun, Kulit Sehat Menambah Nilai Kecantikan Perempuan

SURABAYA (Suarapubliknews) – Banyak sekali harapan-harapan dalam industri batik sejak 12 tahun lalu saat di deklarasikanya batik sebagai warisan budaya non benda milik Indonesia. Salah satunya adalah keinginan menjadikan batik kebutuhan fashion sehari-hari.

Designer Surabaya Embran Nawawi mengatakan ternyata susah-susah gampang untuk mewujudkanya. “Disisi lain sudah banyak duta-duta budaya dan pariwisata yang mengenalkan batik ke khalayak luas bahkan hingga mancanegara,” katanya.

Dalam karya terbarunya yang berkolaborasi dengan Estine Aesthetic Clinic dan kembali bekerja sama dengan pebatik Pamekasan, designer senior di Lao Fashion Week ini membuat dua busana glamor dari batik tulis kontemporer menjadi busana ala Miss Universe.

Batik monocrom yang diberi nama Batik Estine ini mejadi dua gaun malam cantik. Gaun pertama dengan detail garis diagonal pada sisi pinggul dan one shoulder memberi kesan langsing ditambah belahan pada paha. Sedangkan pada gaun kedua gaya halter yang minimalis tampil dengan cutting slim pada pinggang dan pinggul untuk wanita yang berbadan besar.

“Gaun ini tercipta untuk memenuhi kebutuhan client-client Estine Clinic tampil lebih glamour dengan batik. Namun tak hanya gaun, kecantikan kulit wanita yang mengenakannya tentu akan menjadi nilai tambah,” lanjut Embran.

Dokter estetika Estine Aesthetic Clinic Surabaya, dr Christopher M Kes AAAM AIFO-K mengatakan perempuan jaman sekarang untuk meningkatkan kepercayaan dirinya adalah dengan memiliki kulit sehat dan bersih bahkan hingga ke bagian-bagian tertentu seperti ketiak, paha bagian dalam, siku, dan lutut,

Bagian tersebut adalah bagian kulit yang paling riskan mengalami iritasi kulit sehingga menyebabkan warna kulit menjadi lebih gelap dibandingkan bagian kulit lainnya. Diperlukan perhatian khusus untuk menghasilkan kulit yang sehat dan bersih, salah satu caranya adalah dengan rutin melakukan treatment-treatmen seperti IPL dan laser carbon untuk merangsang regenerasi kulit baru.

“Bagian tersebut adalah bagian yang terekspose pada fashion seperti baju renang dan dress glamour. Sedangkan Embran Nawawi sebagai designer mencoba mengekplore wanita dengan bentuk busana yang juga memperhitungkan kecantikan dari seluruh sudut pandang, maka terjalinlah kolaborasi ini,’ katanya. (q cox, tama dinie)

Reply