Tak Ingin Ada Konflik di PORDASI, Komjen Pol (Purn) Oegroseno Bakal Hadiri Latber Pacuan Kuda Triple Crown Seri II di Pangandaran

SURABAYA (Suarapubliknews) – Mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno, menyatakan diri bakal hadir di event latihan bersama (latber) pacuan kuda Triple Crown Seri II di Pangandaran yang digelar oleh Komunitas Kuda Pacu di Pangandaran tanggal 21 Mei 2022.

Maksud dan tujuan Oegresono datang ke latber pacuan kuda Triple Crown Seri II itu, untuk merajut tali silahturahmi sekaligus reuni dengan para penghobi olahraga berkuda, terutama di era 80 an.

“Saya istilahnya rindu tahun 80an sebagai pasukan kuda. Terpenting dapat silahturahmi dengan komunitas kuda pacu dan sesepuh Pordasi seperti Om Edwin Basuki dan Cak Singky,” ungkapnya kepada wartawan yang melakukan kontak via ponsel pribadinya dari Surabaya. Selasa (10/5/2022).

Disinggung soal konflik di tubuh Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP) Pordasi, Oegroseno tidak menampik jika rencana kedatangannya ke Pangandaran diartikan sebagai bentuk dukungan moral kepada komunitas kuda pacu.

Pasalnya, Pak Oegro-sapaan akrab Oegroseno, mengaku sedih saat mendengar kabar munculnya konflik tersebut, karena dirinya merasa menjadi bagian dari atlet berkuda di jamannya dan ingin olahraga berkuda sama dengan atlet cabang olahraga lainnya.

“Sedih juga sebagai mantan komunitas pasukan berkuda. Apalagi kasihan nasib atlet berkuda kalau ada konflik,” ujarnya menyayangkan.

Purnawirawan Perwira Tinggi Polri bintang tiga ini lantas mengenang sewaktu dia menjadi juara I kejuaraan olahraga berkuda di tahun 80 an saat membela Polda Metro Jaya, meski waktu itu masih kelas pemula.

“Karena memang saya cinta olahraga berkuda. Semoga jangan lagi ada konflik di Pordasi kedepannya. Semua masalah bisa diselesaikan dengan komunikasi,” pesannya.

Terpisah, mendengar kabar soal rencana kehadiran Oegroseno ke even latber pacuan kuda Triple Crown Seri II di Pangandaran, Singky Soewadji yang juga mantan atlet asal Surabaya menyambut baik kabar tersebut.

“Semoga kita bisa bereuni. Saya panggil beliau Mas Oegro. Tahun 80 an kita sama-sama atlet Equestrian. Saya di Satria Kinajungan, Mas Oegro di klub Sembrani milik Kapolri waktu itu Almarhum Anton Soedjarwo,” ucap Singky dengan raut muka yang gembira.

Mantan Kabid Bimpres dan Monev PP Pordasi ini bercerita lebih dari 40 tahun ia berteman dengan  Oegroseno dan intens bersilahturahmi. “Tapi ketemuan reuni dengan Mas Oegro di ajang olah raga berkuda baru kali ini nanti,” imbuhnya.

Menurut arek Suroboyo ini, soso Oegroseno adalah seorang sahabat yang loyalitasnya tinggi pada semua orang, terlebih pada teman.

Singky menambahkan selama lebih 40 tahun berteman, belum pernah dia melihat penampilan Oegroseno terhadap teman menunjukkan dirinya sebagai seorang pejabat atau seorang Perwira Tinggi bahkan Jenderal.

“Mas Oegro selalu merasa sama posisi dan kedudukannya. Baginya makan nasi bungkus sambil duduk di atas rumput juga tidak masalah. Pergi naik bus umum juga enjoy saja,” tandasnya

Pokoknya, lanjut Singky, sosok Oegroseno sangat enak menjadi teman dan gemar menolong orang tanpa pamrih. “Kuda import milik Mas Oegro dulu namanya Bima warna Dawuk. Kalau kuda milik saya namanya Aina,” tutup Singky dengan logat Jawa Timuran yang kental. (q cox)

Foto: Dok

Reply