Tak Sedikit Proyek Box Culvert yang Mangkrak, DPRD Surabaya Minta Pemkot Perketat Proses Lelang

SURABAYA (Suarapubliknews) – Masih banyaknya pelaksanaan proyek box culvert yang mangkrak sampai musim penghujan, DPRD Surabaya meminta agar Dinas terkiat di lingkungan Pemkot memperketat proses dan tahapan lelangnya.

Pernyataan ini disampaikan Buchori Imron anggota Komisi C DPRD Surabaya yang membidangi pembangunan, yang mengatakan jika sampai triwulan pertama tahun ini, pengerjaan box culvert belum juga ada yang selesai.

Sementara, proses lelang proyek box culvert saat ini lebih dipercepat. Untuk proyek tahun 2020, lelangnya sudah clear di akhir tahun 2019, dan proyek box culvert yang dikerjakan tahun 2019 lelangnya akhir tahun 2018.

“Tapi kenapa, masih ada beberapa box culvert yang seharusnya selesai akhir 2019, sampai bulan Maret ini ada yang belum clear atau rampung. Dilapangan masih ada proyek box culvert maupun saluran air yang hingga kini belum selesai, ada apa ini.”ujarnya kepada wartawan di gedung DPRD kota Surabaya, Kamis (12/03/20).

Menurut politisi PPP ini, pengerjaan proyek box culvert semakin mudah karena mayoritas bahan bakunya adalah pabrikan. Namun belakangan mulai ditemui, bahwa kasus tersendatnya proyek box culvert di Surabaya disinyalir karena kontraktornya tidak profesional dalam bekerja.

“Ada kontraktor yang minus modal tapi dalam pelelangan selalu menang, meski dengan memakai bendera lain, tapi yang punya PT atau CV nya ya orang-orang kontraktor yang sama. Untuk itu, Pemkot Surabaya harus mengawasi dan mengevaluasi ulang kontraktor yang tidak beres” tandasnya.

Oleh karenanya, lanjut Buchori, komisinya mendorong agar Dinas PU dan Bina Marga Kota Surabaya memperketat pengawasan terutama untuk proyek box culvert yang ada di kampung-kampung.

“Masyarakat juga berhak mengawasi proyek box culvert yang tersendat, jika perlu silahkan lapor ke Dinas PU Bina Marga, atau ke dewan.”ungkapnya. (q cox)

Reply