Tak Terima Keistimewaan DIY Digugat, Ini Pernyataan Sikap Roy Suryo

YOGJAKARTA (Suarapubliknews) – Kanjeng Raden Mas Tumenggung (KRMT) Roy Suryo Notodiprojo atau lebih dikenal sebagai Roy Suryo, mengaku gerah dengan pemberitaan soal gugatan Felix Juanardo Winata, Mahasiswa semester 5 FH UGM, terhadap Keistimewaan Yogjakarta (DIY)

Berikut adalah pernyataan sikap Roy Suryo yang dirilis dan dikirim ke redaksi media ini,:

1. Selaku Warga ASLI Jogja dan 10 tahun menjadi Wakil Rakyat dari DIY, saya sangat mengecam Si Felix Juanardo Winara dan Mendukung apa yg dulu diputus oleh Bp Cokro Hendro Mukti (Hakim PN Jogja) tsb, karena memang sesuai Instruksi Wagub DIY Nomor K.898/I/A/1975 (saat itu jaman Sri Paku Alam VIII selaku Pj Gub DIY) sudah sangat tepat.

2. Instruksi tsb untuk melindungi Masyarakat ekonomi lemah, Keistimewaan DIY, Menjaga kebudayaan dan keberadaan Kasultanan Yogyakarta, Keseimbangan pembangunan masa depan DIY, dan Demi pembangunan masa depan DIY.

3. Kalau ybs memang anak Jakarta dan mau tinggal di Jogja maka memang harus ” nJawani ” utk bisa mengerti segala Aturan yg berlaku di Ngayogyakarta Hadiningrat ini. Kalau dia tidak juga mau mengerti, maka kadang2 malah disebut oleh Warga sini dgn sebutan ” Durung dadi Uwong ” alias belum benar2 bisa memahami (kehidupan) Manusia. Dalam istilah anak sekarang, si Felix ini mungkin lagi mau “pansos” (Panjat Sosial) tapi salah cara2nya dan Sangat mencederai kehidupan di Ngayogyakarta Hadiningrat yg antara Sultan & Warganya sudah “nYawiji” alias menjadi Satu kesatuan yg tidak terpisahkan.

4. Banyak juga contoh yg “Istimewa” di DIY selain itu, misalnya ada inisiatif Pak Hasto Wardoyo (sekarang Ketua BKKBN, mantan Bupati Kulonprogo) yg juga melindungi Pasar Tradisonal Rakyat dgn tidak mengizinkan Alfamart & Indomaret buka sampai pelosok2 kalau mereka tidak bekerjasama dgn Penduduk asli dan mengganti nama Toko jadi TOMIRA (TOko MIlik RAkyat).

5. Dengan kasus ini saya juga menyentil Para Wakil Rakyat DIY sekarang (Pak Idham, mbak MY Esti, mas Hanafi, mas Pandu, pak Gandung, Pak Sukamta, Pak Kamto dan Mbah Bardi) untuk “bangun” dan bela Keistimewaan Jogja, jangan sampai ada pihak2 yg tidak mengerti Unggah-ungguh seperti si Felix ini yg merusak Keistimewaan DIY. “Jogja ojo di dol” (Jogja jangan dijual) kata masyarakat ….

Ngayogyakarta Hadiningrat, Rabu, 20 November 2019
KRMT Roy Suryo

Reply