Jatim RayaPeristiwa

Tampung Lansia dan Anak Terlantar, Panti Jompo Relawan GUSDURian Kediri Telah ‘Over Kapasitas’ 

2885
×

Tampung Lansia dan Anak Terlantar, Panti Jompo Relawan GUSDURian Kediri Telah ‘Over Kapasitas’ 

Sebarkan artikel ini

KAB KEDIRI (Suarapubliknews) – Panti Jompo Relawan GUSDURian Kediri yang beralamat di RT 05/RW 01 Kelurahan Pare, Kecamatan Pare, kabupaten Kediri, telah menyiapkan kader untuk regenerasi demi keberlangsungan kegiatan sosialnya dalam merawat Lansia dan anak-anak terlantar.

“Kami sudah menyiapkan kader generasi selanjutnya, karena kita sendiri sadar bahwa dalam kehidupan itu tidak ada yang abadi dan jika nanti tuhan telah memanggil saya, maka kader yang sudah kita siapkan tinggal melanjutkan tugas mulia ini,” Ucap Anugrah Yulianto selaku Ketua Relawan GUSDURian Kediri. Rabu (27/3/2024)

Menurut dia, tujuan mendirikan Panti Jompo yang dikelola oleh para relawan GUSDURian di Kabupaten Kediri ini murni untuk kegiatan sosial, yakni menampung dan merawat para lansia yang terlantar atau yang hidup sebatangkara untuk diperlakukan yang layak sebagai manusia dalam kehidupan masyarakat

“Saya sangat menyayangi mereka, bahkan nenek-nenek yang ada di tempat penampungan ini sudah saya anggap seperti orang tua saya sendiri. Bahkan, anak kandung saya pun dan juga adik saya hidup berdampingan dengan mereka seperti keluarga sendiri,” Jelas Mas Antok Beler-sapaan akrab Anugrah Julianto

Adik kandung Mas Antok Beler bernama Yunita Maria (43), yang telah menjadi salah satu anggota relawan GUSDURian, mengaku jika dirinya bersama keponakan bertugas untuk memasak makanan buat nenek-nenek yang ada di panti jompo.

“Saya sebagai Adik Kandung dari Bapak Anugrah Julianto beserta keponkan saya beserta beberapa anak asuh disini Allhamdulilah kami melakukan tugas ini karena panggilan jiwa,” tuturnya

Menurut perempuan yang akrap disapa Mbk Yunita ini, di tempat penampungan yang didirikan relawan GUSDURian sebenarnya telah ‘overload’ alias melebihi kapasitas.

Namun, lanjut dia, karena memiliki niat yang mulia maka tetap saja dijalankan dengan kondisi apa adanya dengan harapan adanya keajaiban dari Tuhan yang Maha Esa agar bisa mendapatkan tempat yang lebih luas.

“Mudah-mudahan ada keajaiban dari Tuhan Yang Maha Esa atas doa kami sehingga kami bisa mempunyai tempat yang lebih luas sehingga bisa menampung orang yang terlantar lainya yang belum bisa kita rawat,”  Pungkasnya.(q cox, Iwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *