Teken 27 MoU, Gubernur Khofifah: Wujud Nyata Komitmen Penguatan Jejaring Konektivitas Antar Daerah

MAKASSAR, (Suarapubliknews) – Dalam kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) anatara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Sulawesi Selatan tentang pembangunan daerah. Tidak hanya itu, turut dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antar OPD dan BUMD serta organisasi lainnya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman turut menyaksikan penandatanganan komitmen transaksi perdagangan antara Pelaku Usaha Jawa Timur dengan Sulawesi Selatan didampingi Kadis Perindag Jatim, Kadis Perindag Sulsel, Kadin Jatim, Kadin Sulsel.

Gubernur Khofifah mengatakan komitmen transaksi antara pelaku usaha Jatim dengan Sulsel tercatat sebanyak 7 komitmen  yabg nilainya diatas 10 milyar  dengan nilai Rp. 124,3 Miliar. “Sesungguhnya seluruh MoU ini adalah bagian untuk memperkuat perekonomian. Juga hadir Dirut PT. SIER. Ada cabangnya di Pasuruan (PIER). Bagi yang ingin mengembangkn usahanya dan mendirikan pabrik, masih ada lahannya. Ini bisa dilakukan bagi para pelaku usaha Sulawesi Selatan yang ingin perluasan pabrik,” ucapnya

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dalam sambutannya menyampaikan bahwa gelaran misi dagang ini diharapkan mampu dapat mengoptimalkan pelaksanaan kerjasama dagang dalam cakupan yang lebih besar dan lebih luas bagi kedua provinsi yang saling menguntungkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulsel dan Jawa Timur.

“Oleh karena itu melalui misi dagang ini, saya berharap dapat membawa angin segar bagi pelaku UMKM dan pelaku usaha lainnya. Marilah kita saling membantu utamanya dalam membangun kembali perekonomian daerah usai tertekan di masa pandemi,” katanya

Lebih lanjut, dirinya menyampaikan bahwa jika Jatim menutup kran pengiriman barang. Maka Sulawesi Selatan akan mengalami kesusahan. “Sebab, seluruh pengiriman besi-besi dan barang-barang impor ini transitnya dari Surabaya semuanya. Dan inilah yang sebenarnya menjadi penghambat kita. Tapi saat ini di Sulsel sudah membuka port cargo ke luar negeri dan ini menghemat 200 dolar per hari. Namun masih banyak yang memilih untuk transit di Jawa Timur” katanya

Andi kemudian mengatakan bahwa hal tersebutlah yang patut dipelajari oleh Sulsel. Melihat penyiapan acara misi dagang yang ditempuh dalam 2 bulan saja, Andi kemudian menginginkan agar Sulsel bisa menggelar misi dagang di Jawa Timur.

“Sulsel juga harus bisa menggelar misi dagang yang persiapannya hanya 2 bulan namun bisa mencapai transaksi hingga ratusan miliar Mungkin sekaligus juga kita bisa mempelajari hal apa yang menjadikan perekonomian di Jatim sangat kuat,” pungkasnya.

Adapun PKS yang dilakukan antara lain Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur Dengan Dinas Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan Tentang Kerja Sama Perdagangan, Dinas Koperasi Dan UKM Provinsi Jawa Timur Dengan Dinas Koperasi Dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan Tentang Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah (KUKM), Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur Dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan Tentang Kerja Sama Bidang Kelautan dan Perikanan, Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Dengan Dinas Provinsi Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan Sulawesi Selatan Tentang Kerja sama pembangunan daerah bidang Pertanian dan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan Tentang Fasilitasi Pengembangan Sektor Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Juga ada Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jatim Dengan Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Provinsi Sulawesi Selatan Tentang Kerjasama pembangunan daerah urusan komunikasi informatika persandian dan statistik, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov. Jatim dan Dinas Pangan Sulsel Tentang Kerja sama Pengembangan Sektor Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Prov Jatim Dengan Dinas Perindustrian Prov Sulsel Tentang Kerja Sama Bidang Perindustrian, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Prov Jatim dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Prov Sulsel Tentang Kerja Sama Bidang Penanaman Modal dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Prov. Jatim dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Prov. Sulsel Tentang Kerja Sama Pengembangan Kompetensi dan Sumber Daya Manusia.

Tidak ketinggalan PKS antara BUMD Prov. Jatim (PT. Jamkrida) Dengan BUMD Prov. Sulsel (PT. Jamkrida), PT. Loka Refractories Wira Jatim dengan PT. Dinamika Era Pembangunan Sulsel, PT. Carma Wira Jatim dengan Aqiqoh Nurul Hayat Sulsel Kerjasama tentang pengadaan bahan baku kulit mentah garaman sapi, kambing dan domba, PT. Adi Graha Wira Jatim dengan PT. Sulsel Citra Indonesia Kerjasama tentang pengembangan usaha bidang pemasaran, pembangunan, pengelolaan hotel, dan Properti Komersial serta ada PKS antara PT. Moya Kasri Wira Jatim dengan PT. Sulsel Citra Indonesia Kerjasama tentang Perdagangan Komoditi Produk Minuman ( Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dan Sirup).

Juga ada pula PKS antara PT. Kasa Husada Wira Jatim dengan PT. Indofarma Global Medika Cb. Makassar Kerjasama tentang Perdagangan Komoditi Alat Kesehatan, PT. Gedung Expo Wira Jatim dengan CV. Najah Event Industry Kerjasama tentang Pemakaian Gedung dan Kebutuhan Pameran (Jatim Expo), PT. Karet Ngagel Wira Jatim dengan PT. Sulsel Citra Indonesia Kerjasama tentang Pengadaan Spare Part Rubber, KADIN Prov. Jatim dengan KADIN Prov. Sulsel, HIPMI Prov. Jatim dengan HIPMI Prov. Sulsel, IWAPI Prov. Jatim dengan IWAPI Prov. Sulsel dan terakhir FORKAS Jawa Timur dengan REI Sulsel. (Q cox, tama dini)

Reply