Temui Para PKL Kupang Indah, Ketua DPRD Surabaya Dapat Keluhan Rencana Penertiban

SURABAYA (Suarapubliknews) – Puluhan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Kupang Indah, Kota Surabaya, mengeluhkan rencana penertiban oleh aparatur Pemerintah Kota yang terkesan mendadak.

Mereka diharuskan hengkang dari lokasi mencari rejeki saat ini, paling lambat 4 Februari 2020.

Keluhan itu ditumpahkan kepada Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono, Rabu (29/1/2020). Politisi PDI Perjuangan (PDIP) itu turun menemui para PKL di lokasi.

“Saya tadi pagi sudah menerima surat pengaduan dari bapak/ibu pedagang. Karena waktu sudah mepet, saya putuskan untuk melihat sendiri kondisi para pedagang,” kata Adi Sutarwijono, saat bertemu para pedagang di kawasan Kupang Indah.

Husairi, koordinator PKL, mengatakan tempo hari mereka telah dipanggil Pemerintah Kota Surabaya. “Kami diberitahu, 4 Februari nanti harus bersih. Keberadaan para PKL disebut menyebabkan banjir tempo hari. Kami rencana mau direlokasi ke Balas Klumprik. Para pedagang menolak karena tempatnya kejauhan,” ujar Husairi.

Ia menceritakan, menerima pemberitahuan itu, para PKL kaget dan shock. Ada pedagang yang jatuh sakit saking kagetnya. “Pak Di, tukang tambal ban, sakit kemudian dibawa rumah sakit. Barusan meninggal, dan dimakamkan,” ujar Husairi.

Adi menjanjikan, akan menugaskan Komisi B DPRD Kota Surabaya Bidang Perekonomian untuk menangani pengaduan para pedagang. “Akan segera dirapatkan oleh Komisi B. Dengan mengundang dinas-dinas terkait di Pemerintah Kota Surabaya,” kata Adi.

Lewat WA, Adi juga menghubungi Camat Sukomanunggal Lakoly agar menunda rencana pembersihan pedagang tanggal 4 Februari. “Sampai rapat di Komisi B, kita cari solusi yang terbaik,” kata Adi.

Ia mengatakan, DPRD Kota Surabaya terbuka terhadap pengaduan masyarakat. Dari berbagai golongan dan lapisan. “Dan, pengaduan-pengaduan masyarakat itu kami upayakan ditangani,” kata Adi. (q cox)

Reply