Terapkan Prokes Ketat, Askot PSSI Surabaya Kembali Gelar Kursus Pelatih Lisensi D

SURABAYA (Suarapubliknews) – Dengan tetap memberlakukan standar protokol kesehatan (prokes) pengendalian Covid-19 secara ketat, Asosiasi Kota (Askot) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Surabaya mematangkan persiapan agenda rutin Kursus Kepelatihan Lisensi D Nasional dan Workshop Match Commisioner (Perangkat pertandingan) yang digelar di Bumiaji, Batu, Kamis (1/10/2020).

Manajer Badan Liga Askot PSSI Surabaya, Ramzy Okbah, mengungkapkan, Gugus Tugas Covid-19 telah memberikan lampu hijau penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi. Rekomendasi diberikan dengan sejumlah syarat dan panduan pencegahan dan pengendalian atau protokol Covid-19 yang ketat.

“Untuk surat izin penyelenggaraan workshop dan pelatihan dari PSSI Pusat telah diterbitkan kepada kami pengurus tingkat Kabupaten dan Daerah. Diperkuat oleh rekom Tim Satgas Gugus Tugas Covid-19 setempat,” ujar Ramzy, Rabu (30/9/2020).

Surat rekomendasi sendiri sudah diberikan oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganna Covid-19 Kota Batu pada tanggal 24 September 2020 lalu. Para Peserta dan panitia diwajibkan mematuhi aturan protokol ketat dengan pemusatan lokasi yang steril dengan jumlah orang yang dibatasi.

Para panitia, 25 peserta dan instruktur ditempatkan dalam satu kawasan hotel atau mess untuk pemusatan latihan teori dan praktik. Mereka wajib mengenakan masker, faceshield dan membatasi jarak sekaligus menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) selama kegiatan.

Seluruh peserta akan dilakukan cek suhu dengan thermal gun minimal satu kali setiap harinya. Personel dengan suhu lebih dari 37,3 derajat celsius disertai sejumlah gejala identik Covid-19 tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan.

“Baik peserta maupun panitia tidak diperbolehkan keluar dari tempat mess atau TC bila tidak dalam agenda kegiatan. Termasuk tamu dan media yang berkunjung kita batasi,” ujar Ramzy.

Ramzy menambahkan, jalannya kegiatan ini menjadi awal positif bagi Askot PSSI Surabaya setelah lebih dari setengah tahun seluruh kegiatan vakum. Kendati seluruh agenda workshop, pelatihan dan sertifikasi diperbolehkan, namun agenda pertandingan level pembinaan sejauh ini belum mendapat lampu hijau.

Ramzy mengharap seluruh stakeholder klub internal Askot agar tetap bersabar dan menahan diri terkait masih tertahannya lanjutan pertandingan Liga Askot maupun Piala Soeratin. Meski berada di tengah kevakuman, Badan Liga Askot menyatakan masih terus mempersiapkan sistem pendukung yang menjadi terobosan baru. Terobosan yang ia maksud adalah, Sistem Informasi Database (SID) pemain seluruh klub anggota internal atau afiliasi Askot PSSI Surabaya, serra sistem aplikasi kompetisi.

“Kepada semua anggota Askot yang sedang atau ikut di Liga Askot, harapan kami bersabar semua. Kami terus mempersiapkan segala sesuatunya semua termasuk sistem informasi database dan sistem aplikasi kompetisi yang nantinya menunjang kinerja dari operator liga Askot sendiri,” urai Ramzy.

Selain itu, Badan Liga Askot Surabaya juga terus berjuang menggandeng Satgas Gugus Covid-19 sambil merancang protokoler kesehatan yang matang untuk lanjutan pertandingan pembinaan Liga Askot dan Piala Soeratin. Sesuai hasil pertemuan bersama pelatih dan manajer klub, pertandingan diprediksikan bisa restart di awal November 2020 mendatang.

“Pada Oktober ini kami Badan Liga benar-benar akan fight memperjuangkan apa yang menjadi keinginan klub-klub peserta liga Askot bahwasanya sesuai protokol covid-19. Kami semua akan menaati itu dari pihak panitia ataupun peserta. Pada pertemuan dengan manajer sudah dalam bentuk draf dan timeline restart lanjutan Liga Askot,” tegasnya. (q cox, Pxy)

Reply