Terkait Palang Pintu Kereta Api, Bambang Haryo: Perlu Sistem Penjagaan Bagus Untuk Keselamatan Publik

SURABAYA (Suarapubiknews.net) – Kecelakaan di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Pagesangan bulan lalu menjadi perhatian Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono saat kunjungan kerja di kantor Daop 8 PT Kereta Api Indonesia (Persero) Stasiun Gubeng Surabaya.

Dalam kesempatan ini Bambang Haryo mengatakan banyaknya perlintasan kereta api yang dinilai belum punya penutup palang pintu bahkan belum ada penjaga sehingga rawan terjadi kecelakaan.

Menurutnya, perlintasan kereta api yang bersimpangan dengan angkutan jalan raya ini tentunya dibutuhkan sistem penjagaan atau alarmnya yang harus bagus. “Terutama penjaganya harus tahu jadwal yang jelas kapan kereta api akan lewat,” lanjut Bambang Haryo.

Dari data yang ada, jumlah perlintasan kereta api yang yang belum memiliki alat palang penutup cukup banyak sekitar 60 %, dan bahkan 40 % belum ada penjaganya.

Terkait IMO atau Infaskruktur Maintence Operation digunakan oleh kereta api yang sudah dianggarkan untuk penjaga palang pintu dikurangi. “Seharusnya anggaran itu tidak boleh di kurangi, tapi saya lihat itu dari 1,7 triliun pagu yang diajukan hanya direalisasi 1,3 triliun,” papar Politisi Partai Gerinda ini.

Akibat pengurangan itu, bisa berakibat rawan terjadi kecelakaan yang menimbulkan nyawa publik dan ini tidak boleh terjadi. Bukan hanya soal itu, Dirjen PT KAI berencana akan mengajukan soal menrekrut tenaga untuk bertugas sebagai penjaga palang pintu kereta api. “Tetapi dianggarkan kecil sekali, cuma 20 milyar saja,” terangnya.

Bambang berharap pemerintah lebih serius, pertama adalah soal permasalahan anggaran untuk keselamatan nyawa publik jangan sampai dikurangi. “Kedua dipercepat soal sumber daya manusia yang akan bertugas menjaga palang pintu KA,” pintanya.

Ketiga, Bambang meminta pihak PT KAI dan Kepolisian terus berupaya sosialisasi kepada masyarakat tentang Perundangan Undangan Perkeretaapian saat melintas di perlintasan rel kereta api.

Sementara Deputi KAI Daop VIII Djainuri, menyambut positif kedatangan Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono yang mensupport sesuai dengan visi PT KAI mengutamakan keselamatan

“Di Daop 8 sendiri ada 568 perlintasan sementara yang sudah berpalang baru 221 dengan masing – masing dijaga hingga 4 orang. Oleh karena itu perlu rumusan bersama mengenai pintu perlintasan,” tutupnya. (q cox, Tama Dinie)

Reply