Tetap Optimis Ditengah Pandemi, Konselor: Jaga Hati dan Pikiran

SURABAYA (Suarapubliknews) – Pademi Covid 19 menciptakan fenomena baru, hampir semua sektor kehidupan terdampak olehnya. Bahkan urusan pribadi dalam hal ritual agamapun, dimana di Nusantara ini telah terbiasa bebas beribadah juga terdampak.

Konselor kebahagiaan, Praktisi psikologi, Hipnoterapis Oktastika Badai Nirmala mengatakan lebih seramnya sektor pekerjaan hampir semuanya terdampak. Otomatis berpengaruh pada kondisi kepribadian orang yang mengalaminya. Apalagi himbauan stay at home, menimbulkan kebosanan yang bisa menambah keterpurukan mental. Ditambah tidak ada kejelasan sampai kapan pandemi ini akan berakhir.

“Ketika seseorang mengalami kekhawatiran, ketakutan, dan kebosanan yang berlebihan, bisa menjadikan dirinya depresi yang berdampak pada menurunnya sistem imun dalam tubuhnya. Ketika hormon adrenalin diproduksi lebih banyak daripada hormon endorphin, maka orang tersebut akan merasa selalu terlalu waspada dan tidak bahagia. Disamping berbagai penyakit pun mudah untuk menjangkiti. Dan kondisi ini bukanlah solusi untuk mencapai kehidupan yang lebih baik,” katanya.

Apapun yang terjadi saat ini, mau tidak mau hidup harus tetap berjalan. Setiap orang harus tetap menggerakkan tubuh dan pikirannya. Sehingga tetap bugar secara lahir dan batin. Meski diperlukan upaya untuk bisa tetap optimis pada kondisi sekarang ini.

Menurut Okta ada beberapa tips  untuk menjaga hati dan pikiran tetap optimis. Pertama adalah berdoa memohon perlindungan Tuhan, karena dasarnya manusia adalah makhluk yang lemah. Dan hanya bergantung pada kasih dan pertolongan Tuhan. “Maka apapun agama dan keyakinan anda, perbanyaklah berdoa. Semoga Tuhan selalu memberikan kesehatan, kebahagiaan, serta berkecukupan pada anda dan keluarga,”ajaknya.

Kedua yakini bahwa setiap ciptaan Tuhan, termasuk peristiwa, pasti mengandung faedah; Contoh saja ketika gunung meletus dianggap sebuah bencana. Namun pasca itu tanah yang dilalui lahar menjadi area persawahan yang sangat subur. Ada faedah dari bencana gunung meletus.

“Bisa jadi pandemi ini pun memberikan faedah besar pada kita. Banyak pengamat yang telah mempresentasikan prediksi positifnya. Misalnya tentang lubang ozon yang mulai menutup, udara kota yang bebas polusi, hingga munculnya banyak entrepreneur baru. Apapun itu, bisa jadi pandemi ini adalah musibah yang membawa berkah,” terang Okta.

Ketiga yakini bahwa setiap “awalan” pasti ada “akhiran”; Satu-satunya yang kekal tanpa awal dan tanpa akhir hanyalah Tuhan. Selain itu segala hal pasti berawal dan berakhir. Termasuk pandemi ini. Pasti berakhir.

Kata-kata mutiara dari Ibu Kartini, “Habis gelap, terbitlah terang”. Ataupun dialog karakter Habibie dalam film Ainun Habibie, “Setiap tunnel pasti ada ujungnya”. Merupakan kalimat-kalimat positif yang mengajak kita untuk selalu optimis bahwa pandemi ini pasti akan segera berakhir.

Keempat konsumsi lebih banyak informasi positif; Konsumsi informasi yang menyenangkan saja. Baik dari TV, media online ataupun media sosial. Hindari untuk mengkonsumsi informasi ataupun film yang membuat anda takut, sedih, ataupun cemas. Meskipun itu program tayangan atau postingan bernuansa agama, tapi materinya membuat anda sedih, takut, khawatir, marah, ataupun gelisah. Sebaiknya hentikan segera. Langsung pindah chanel atau cari postingan yang lain.

Jika pekerjaan anda tidak terkait langsung dengan penanganan Covid19, sebaiknya anda mengkonsumsi informasi tentang Covid19 satu kali saja sehari. Itupun hanya sekedar tahu. Hindari untuk mengkonsumsi informasi Covid19 berulang-ulang dalam sehari.

“Pilihlah Chanel TV yang menayangkan program tayangan yang membuat anda tenang, bahkan hati menjadi senang. Lebih baik jika anda sampai tertawa terbahak ketika menyaksikannya. Dalam ber-media sosial, pilihlah postingan teman yang membawa anda untuk merasa tenang dan menginspirasi saja. Abaikan postingan yang membuat anda takut dan cemas,” himbau Okta.

Terakhir ajak keluarga untuk selalu beraktivitas dan ngobrol tentang hal-hal positif saja; Lakukan aktivitas positif dan menyenangkan bersama keluarga. Iringi dengan canda dan obrolan yang bermuatan positif atau membuat hati senang. “Semoga kebahagiaan, kesehatan, dan berkecukupan selalu melingkupi anda dan keluarga,” tutupnya. (q cox, tama dinie)

Reply