Tidak Suka Sayur? Veggie Cookies Buatan Mahasiswa UK Petra Bisa Jadi Solusi

SURABAYA (Suarapubliknews) – Banyak cara menyiasati anak atau ponakan yang tidak suka sayur. Salah satunya seperti yang dilakukan lima mahasiswa UK Petra yang tergabung dalam tim Veggie, berhasil membuat cookies sehat berbahan dasar sayuran dan berbentuk sayuran untuk anak-anak.

Tim veggie ini terdiri dari Nathalia Suprianto (prodi Finance and Investment), Tamarinda Victora Hassita (prodi Finance and Investment), Dea Devina Theja (prodi Business Accounting), Febe Florencia (prodi Finance and Investment) dan Roselin Patricia (prodi Finance and Investment).

“Veggie cookies adalah kue kering yang dibuat menggunakan sayuran seperti sawi, labu kuning, dan brokoli sebagai bahan dasar utama yang dibuat dengan bentuk yang menarik dan mudah dikenali oleh anak-anak seperti bentuk sayuran itu sendiri,” kata Febe.

Tim veggie mempresentasikan secara daring saat lomba bahwa model bisnis dari veggie cookies adalah usaha mikro (kecil) bidang home industry makanan. Tidak membutuhkan lahan yang besar, cukup dengan ukuran kurang lebih 5 meter persegi saja.

“Bisnis ini bertujuan untuk meningkatkan aspek hidup sehat masyarakat Kota Surabaya dengan memproduksi kue sehat yang terbuat dari sayur-sayuran dan juga selain itu mampu membuka lapangan pekerjaan baru,” tambah Febe.

Bisnis ini bekerja sama dan memberdayakan UMKM dan ibu-ibu PKK dengan sistem kontrak perjanjian di awal. Produsen veggie cookies akan memberikan modal awal (pupuk dan bibit) dan pelatihan kepada ibu-ibu PKK mengenai urban farming. Urban farming menjadi salah satu solusi bercocok tanam yang dapat dilakukan di tengah keterbatasan lahan di Provinsi Jawa Timur khususnya Surabaya.

Rencananya bibit seperti sawi, brokoli, dan labu kuning akan ditanam oleh ibu-ibu PKK dan ketika panen dapat disetorkan ke pihak produsen veggie cookies untuk diolah menjadi kue kering.

Nantinya keuntungan yang akan diterima oleh ibu-ibu PKK tersebut adalah berupa pembagian hasil penjualan cookies yang terjual dengan proporsi 30% untuk ibu-ibu PKK dan sisanya masuk ke kas operasional veggie cookies.

“Awalnya ide ini muncul karena dua hal yaitu saat kami melihat banyak anak-anak susah makan sayuran, terutama pada masa pandemi COVID-19. Kemudian ditambah banyak orang tetap berada di rumah sehingga ini bisa menjadi usaha tambahan. Menjadikan peluang untuk berbisnis makanan,” tambah Dea.

Dijual seharga Rp 40.000,00 dengan kemasan 180 gram, veggie cookies akan dijual secara online di Shopee atau Instagram menggunakan sistem pre-order. Selain itu juga dapat dititipkan di swalayan atau toko kue. Tersedia tiga varian yaitu labu keju, sawi coklat, brokoli keju.

Siapa sangka, karya ini berhasil membuat tim Veggie menjadi juara 3 kategori ide bisnis dalam Lomba Nasional Kreativitas Mahasiswa LO KREATIF 2020 yang digelar oleh APTISI Wilayah VII Jawa Timur. Tim Veggie sangat senang dapat mengikuti lomba nasional yang diadakan APTISI Wilayah VII Jawa Timur, sebagai ruang kreasi bagi mahasiswa untuk belajar serta unjuk kreativitas.

“Kami tidak menyangka akan menang apalagi lawan-lawan kami sangat bagus. Saat diumumkan tanggal 18 November 2020 lalu, kami bersyukur punya kesempatan menjajal kemampuan kami. Dari 262 tim mahasiswa seluruh Indonesia yang mendaftar, hanya 53 tim saja yang lolos tahap final dan kami salah satunya,” urai Roselin.

Reply