Tiga Menteri Dukung Usaha Mahasiswa ITS Melalui NIB Sistem OSS

SURABAYA (Suarapubliknews) – Kini pelaku usaha kecil semakin mudah mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai izin usaha melalui sistem Online Single Submission (OSS). Sebanyak 14 usaha milik mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pun secara resmi telah mendapatkan NIB dalam acara Penerbitan dan Pembagian NIB Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Perseorangan di Graha Sepuluh Nopember ITS

Sistem OSS merupakan sistem yang ditujukan bagi para pelaku usaha untuk mendapat izin usaha dimana sistem ini sudah terintegrasi secara elektronik. Sejak resmi diluncurkan oleh Presiden RI Joko Widodo pada 9 Agustus lalu, OSS berbasis risiko telah menerbitkan lebih dari 570 ribu NIB dan 98 persen diantaranya diterbitkan untuk pelaku UMK.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pihaknya selalu siap mempermudah masyarakat dalam mengurus perizinan usaha. “Pengembangan program visioner seperti ini sangat perlu dilakukan untuk kemajuan bangsa ke depannya,” katanya.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki yang turut hadir dalam acara ini mengungkapkan, banyak pelaku UMK yang kesulitan dalam mengakses bantuan perbankan dan memperluas kerja sama usaha karena usaha miliknya belum berbadan hukum. “Dengan adanya NIB, pelaku UMK lebih mudah menjalin kerja sama dengan perusahaan besar serta mendapat kemudahan bantuan dana baik dari pemerintah maupun perbankan,” terangnya.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan, penerbitan dan pembagian NIB ini merupakan kesempatan bagi pelaku UMK dalam mengembangkan usahanya dengan mudah. Erick berpesan agar para pelaku UMK lainnya dapat turut memaksimalkan program pemerintah ini. “Pastikan untuk selalu berjuang demi masa depan yang lebih baik dan jangan takut, sebab pertumbuhan ekonomi Indonesia terus mengalami kenaikan,” pesannya.

Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan program ini. Dengan dipermudahnya segala urusan perizinan, akan lebih mudah juga bagi pemerintah provinsi (pemprov) dalam menyinkronkan program-program daerah. “Acara ini sekaligus pembangkit semangat bagi seluruh pelaku UMK yang sempat merasakan dampak ekonomi pandemi Covid-19,” ucapnya.

Acara ini pun dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh mahasiswa ITS untuk memperluas usaha miliknya. Sebanyak 14 mahasiswa ITS turut hadir mendaftarkan izin usahanya melalui acara ini. Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng mengatakan bahwa sistem OSS ini sangat membantu mahasiswa dalam mendapatkan izin usaha.

Ia berharap ke depannya akan lebih banyak mahasiswa ITS yang bisa mendaftarkan usahanya lewat sistem visioner ini. “Mahasiswa yang telah mendapatkan NIB ini harapannya dapat mendorong teman-teman lainnya untuk memaksimalkan kesempatan ini,” tambah Ashari.

Reza Ayu Amelia sebagai salah satu mahasiswa ITS yang merupakan pelaku UMK dan telah mendapatkan NIB mengaku sangat bahagia karena telah memiliki izin usaha resmi dari pemerintah pada kesempatan ini. “Harapannya, bisnis ini dapat semakin berkembang dan mampu melahirkan produk-produk baru selain baso aci,” tutur mahasiswi Departemen Manajemen Bisnis ITS yang mempunyai usaha baso aci sejak 2020 ini. (q cox, tama dinie)

Reply