Tingkat Kegemaran Membaca Warga Jatim Masuk Kategori Tinggi

SURABAYA (Suarapubliknews) – Gubernur Khofifah kini mengaku tengah menekankan pentingnya peningkatan berbagai  literasi bagi masyarakat. Hari ini kita butuh percepatan literasi gitital, literasi finance, literasi budaya termasuk literasi masyarakat untuk kesejahteraan dan sebagainya.

Menurutnya, semangat dalam membaca dan upaya mencerdaskan masyarakat  merupakan bagian penting sebagai penguat yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dicontohkan, peningkatan pertumbuhan kontribusi UMKM di Jatim dari 57,25%  tahun 2021 menjadi 57,81% salah satunya juga karena adanya literasi pada pelaku UMKM.

“Saya juga meminta kepada Bupati/Walikota di Jatim untuk terus membentuk dan mendukung adanya Perpustakaan Desa/Kelurahan di Jawa Timur serta perpustakaan keliling. Ini semua untuk peningkatan literasi masyarakat demi kesejahteraan ” jelasnya.

Sementara untuk kewenangan di bidang Perpustakaan yang wajib dilakukan pemerintah daerah, Khofifah menyebut, Pemprov Jatim telah menetapkan dua kebijakan strategis. Yakni pembinaan Perpustakaan serta pelestarian koleksi nasional dan naskah kuno. “Ini menjadi kewenangan yang dilakukan sesuai Undang-Undang 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan,” kata Gubernur Khofifah.

Untuk pembinaan Perpustakaan sendiri meliputi pengelolaan Perpustakaan dan pembudayaan gemar membaca di tingkat daerah. Sedang untuk pelestarian koleksi nasional dan naskah kuno, Pemprov Jatim melakukan pelestarian karya cetak dan karya rekam (KCKR), penerbitan katalog induk daerah (KID) dan bibliografi, lalu pelestarian naskah kuno. “Untuk survey Perpusnas RI tahun 2021 menunjukkan bahwa tingkat kegemaran membaca masyarakat Jawa Timur masuk dalam kategori tinggi, yakni sebesar 64,20,” jelasnya.

Di Jatim sendiri, jumlah Perpustakaan yang sudah berdiri sebanyak 27.866 Perpustakaan. Jumlah tersebut meliputi Perpustakaan Umum, Perpustakaan Sekolah/Madrasah, Perpustakaan Perguruan Tinggi, Perpustakaan Desa/Kelurahan, Perpustakaan Rumah Ibadah, Perpustakaan pondok Pesantren (Ponpes), Perpustakaan Taman Baca, dan Perpustakaan Dinas/Instansi.

“Kami terus mendorong peningkatan  jumlah Perpustakaan yang mencerdaskan dan menguatkan kapasitas masyarakat  di Jawa Timur. Termasuk lewat peningkatan akreditasi. Seperti beberapa saat lalu, Perpustakaan UPTP Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah milik Pemprov Jatim yang berada di Kota Malang mendapatkan akreditasi A dari Perpusnas,” terang Gubernur Khofifah.

Hadir di acara tersebut, Kepala Perpusnas RI M. Syarif Bando, anggota Komisi X DPR RI Prof Zainuddin Maliki, Tenaga Ahli Perpustakaan RI Dra. Sri Sularsih, MSi, Guru Besar Perpustakaan Universitas Negeri Malang (UNM) Prof. Dr. Djoko Saryono, MPd, anggota Komisi E DPRD Jatim, Bupati/Walikota se Jatim, seluruh Kepala OPD di lingkup Pemprov Jatim, serta beberapa undangan yang mengikuti secara daring. (Q cox, tama dinie)

Reply