Tinjau Rapid Test Massal Mandiri MKKS, Reni Astuti: Jangan Bebani Guru, Pemkot Wajib Hadir

SURABAYA (Suarapubliknews) – Reni Astuti, S.Si, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, memberikan apresiasi kepada Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Swasta Surabaya (MKKS) atas inisiatif dan upayanya menggelar rapid mandiri untuk 120 guru SMP swasta di Surabaya Utara.

Apresiasi ini disampaikan Reni, karena guru dan tenaga kependidikan SMP Swasta turut berperan secara aktif melakukan pencegahan penyebaran covid-19 di Surabaya dengan cara melakukan screening kesehatan.

Rapid test yang diadakan tidak hanya memberikan manfaat untuk guru secara personal, tetapi juga memberikan manfaat untuk pemerintah kota dalam penanganan covid-19 agar deteksi dini potensi penyebaran dapat diketahui lebih luas.

Sayangnya, kata Reni, rapid test para guru ini harus membiayai sendiri Rp.130.000,- karena belum ada fasilitas dari pemerintah kota untuk memberikan layanan rapid test gratis untuk guru dan tenaga pendidikan SD swasta dan SMP baik sekolah negeri maupun swasta.

“Informasi yang didapatkan, hanya guru SD Negeri yang sudah. Sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa guru, seharusnya semua guru difasilitasi. Biaya rapid test jangan dibebankan ke guru,” ucap Reni. Rabu (08/07/2020)

Menurut politisi PKS ini, di tengah kondisi pandemi kesehatan guru sangat penting untuk menyiapkan pembelajaran daring saat tahun ajaran baru dimulai karena itu pemkot semestinya memperhatikan ini.

Oleh karenanya, saat berada di lokasi Reni juga memberikan motivasi agar tetap tenang karena hasil rapid reaktif tidak selalu terpapar covid. Jika ada yang reaktif dapat segera melakukan isolasi mandiri.

Tidak hanya itu, Reni juga mengimbau agar menyampaikan pada Dinas Kesehatan melalui Puskesmas untuk dilakukan tes swab dengan biaya ditanggung oleh pemerintah kota. “Jangan sampai ada guru yang tes swab PCR dengan biaya sendiri,” tandasnya.

Reni mengingatkan bahwa apapun hasil tes rapid, guru dan tenaga pendidikan harus semakin memperkuat protokol kesehatan, olahraga dan jaga imun.

“Menjelang tahun ajaran baru 2020-2021, guru diharapkan terjaga kesehatannya agar dapat mempersiapkan proses pembelajaran daring dengan baik,” pungkasnya. (q cox)

Reply