Tumbuhkan Wirausaha Baru, Arumi Buka Pelatihan Bagi Koperasi, UKM dan Kelompok Strategis di Bakorwil Bojonegoro

BOJONEGORO (Suarapubliknews) – Guna menumbuhkan wirausaha baru, Ketua Dekrasnasda Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak secara resmi membuka kegiatan pelatihan bagi Koperasi, UKM, Kelompok Strategis yang diselenggarakan di Bakorwil Bojonegoro, Senin (7/10).

Sebanyak 40 peserta yang merupakan pelatihan UMKM batch 1 ini mengikuti pelatihan selama 3 hari dengan mengambil tema ‘Pelatihan Kewirausahaan Potensi Daerah Bagi Wirausaha Baru Khususnya di Daerah Kemiskinan Ekstrem’.

Dimana tujuan ini, Arumi menjelaskan, sejalan dengan salah satu program Dekranasda Jawa Timur yakni mengentaskan kemiskinan dengan memanfaatkan potensi daerah sebagai sumber pendapatan. Nantinya, pelatihan ini akan dilaksanakan sebanyak 3 batch, dan akan diikuti oleh ratusan UMKM-UMKM di bawah naungan Bakorwil Bojonegoro yang dilakukan secara bergantian.

Ketua TP PKK Jatim itu mengatakan, kegiatan ini sebagai salah satu upaya meningkatkan perekonomian di Jawa Timur. Dimana salah satunya ialah melalui penumbuhan wirausaha baru terutama daerah kemiskinan ekstrem salah satunya yakni wilayah Bojonegoro. “Saya salut dengan semangat dan antusias bapak-ibu sekalian. Semangat ini kiranya dapat membangun Bojonegoro dalam menumbuhkan perekonomian,” ujarnya.

Berbagai pelatihan akan diberikan kepada para peserta UMKM mulai managerial hingga vacational terkait kewirausahaan, yang akan dibimbing langsung oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Timur melalui UPT Pelatihan Koperasi dan UKM.

“Tidak perlu khawatir, agar pelatihan ini berkesinambungan, ibu bapak akan mendapatkan pula pendampingan pelaku usaha dari Dinas Koperasi dan UMKM Jatim agar pelatihan ini berkelanjutan sehingga usaha yang dilakukan akan terus naik kelas,” jelas Arumi.

Dipilihnya Kabupaten Bojonegoro sebagai penyelenggara kegiatan, dikatakan Arumi, ialah untuk merealisasikan program pemerintah pusat untuk mengentaskan kemiskinan.”Ini akan menjadi pilot project pengentasan daerah kemiskinan ekstream lainnya. Selain itu, program ini dapat menciptakan wirausaha baru yang dapat mengolah sumber daya lokal Bojonegoro yaitu hasil pertanian lokal yang melimpah sehingga dapat diolah sehingga memiliki nilai yang lebih tinggi,” katanya.

Arumi berharap, setelah dengan adanya pelatihan ini, kesenjangan ekonomi di Kabupaten Bojonegoro yang jumlahnya cukup tinggi dapat relatif menurun. “Harapan saya, pelatihan ini mohon dimanfaatkan semaksimal mungkin dan ilmu yang dipraktekan dapat digunakan secara maksimal. Jangan ragu untuk bertanya karena kesempatan ini penting dalam pengembangan usaha yang dipunyai oleh ibu bapak,” imbuhnya.

Tak perlu terburu-buru, dirinya juga berpesan agar para peserta UMKM dapat secara bertahap dapat belajar yang dimulai dari tahap managerial dan operasional. “Nanti kalau sudah khatam baru masuk belajar terkait pemasaean. Agar kualitas dan managemen dapat berjalan bagus, maka pemasaran yang memiliki 2 tipe harus dilakukan,” lanjutnya.

Dua tipe tersebut, Arumi yakni pemasaran secara konvensional dan digital. Dirinya berharap, keduanya harus dipelajari betul-betul oleh para peserta pelatihan. “Harapannya keduanya agar dimanfatkan, karena penjualan dengan teknik digital dapat membuka peluang kita  untuk memiliki kesempatan berjualan dimanapun,” pungkasnya. (Q cox, tama dini)

Reply