PemerintahanPeristiwa

Tumpah Ruah di Sepanjang Rute Surabaya Vaganza, Warga Berebut Bunga

144
×

Tumpah Ruah di Sepanjang Rute Surabaya Vaganza, Warga Berebut Bunga

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) – Warga Kota Surabaya dan luar Surabaya tumpah ruah dalam pagelaran Surabaya Vaganza 2024. Mereka terlihat memadati bahu-bahu jalan di sepanjang rute parade Surabaya Vaganza, mulai dari Tugu Pahlawan hingga ke Alun-Alun Surabaya. Mereka terlihat antusias dan sangat menikmati berbagai penampilan dalam Surabaya Vaganza itu.

Event yang digelar dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-731 itu diawali dengan Parade Mobil Hias yang diikuti oleh berbagai instansi. Selanjutnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indriyani Eri Cahyadi yang menggunakan busana Manten Pegon menyusul di belakangnya. Dalam rombongan ini juga ada Forkopimda Kota Surabaya.

Setelah rombongan Wali Kota Eri bersama para Forkopimda, lalu ada Pawai Budaya yang diikuti oleh berbagai etnis yang menampilkan berbagai macam budaya nusantara. Surabaya Vaganza kali ini memang lebih meriah karena tema yang diangkat tahun ini adalah “The Chronicle of Surabaya’, yakni menceritakan tentang perjalanan panjang sejarah Kota Pahlawan dari masa ke masa.

“Alhamdulillah tahun ini lebih meriah karena Surabaya Vaganza tahun ini memiliki tema yang menceritakan sejarah Surabaya dari masa lampau sampai hari ini, jadi dari sebelum kerajaan, masa kolonial, metropolitan, sampai saat ini. Jadi, kita mengajak warga untuk mengingat kembali sejarah Surabaya,” kata Wali Kota Eri seusai acara.

Makanya, dalam Surabaya Vaganza kali ini dia bersama istrinya memakai busana Manten Pegon untuk menyesuaikan dengan tema yang diangkat dalam Surabaya Vaganza kali ini. Wali Kota Eri mengingatkan kepada warga Kota Surabaya untuk tidak pernah lupa dengan busana Manten Pegon yang merupakan salah satu kebanggaan Surabaya.

“Saya harus mengenalkan kembali, mengingatkan kembali kepada warga bahwa kita punya kebanggan, yaitu Busana Manten Pegon. Karenanya, kita sebagai warga Kota Surabaya harus terus mengingat bahwa Busana Manten Pegon ini adalah kebanggaan Kota Surabaya,” tegasnya.

Meskipun Surabaya Vaganza kali ini sudah meriah dengan tema yang diangkat, namun Wali Kota Eri menjanjikan dan berkomitmen Surabaya Vaganza tahun depan akan semakin meriah dan dipastikan berbeda dengan tahun ini. “Jadi, Surabaya Vaganza ini akan terus berbeda-beda setiap tahunnya sesuai dengan tema yang kami angkat, orang-orang dan penampilannya juga akan berbeda-beda, tunggu saja tema Surabaya Vaganza tahun depan, insyaallah akan lebih menarik lagi,” katanya.

Wali Kota Eri juga menjelaskan bahwa walaupun Surabaya Vaganza kali ini sudah sukses dan meriah, namun pihaknya akan melakukan sejumlah evaluasi untuk kesempurnaan Surabaya Vaganza tahun depan. Salah satu yang menjadi bahan evaluasinya adalah ketepatan waktu. Sebenarnya, dia bersama jajarannya sudah merencanakan Surabaya Vaganza itu selesai semuanya sekitar pukul 17.00 WIB, sehingga sebelum magrib sudah beres semuanya.

“Selain itu, ketika peserta ada penampilan atau atraksi, waktunya juga tidak boleh lebih dari yang sudah kita tentukan, sehingga jangka waktu penampilannya dan perjalanannya bisa tepat waktu seperti apa yang sudah kita rencanakan,” katanya.

Di samping itu, Wali Kota Eri juga berharap kepada warga Kota Surabaya untuk terus mengingat perjalanan panjang sejarah Kota Surabaya. Bahkan, ia juga meminta bahwa ingatlah Surabaya itu dibangun bukan karena kekuasaan, Surabaya dibangun bukan karena rebutan jabatan dan sebagainya.

“Tapi Surabaya dibangun dengan kasih sayang dan guyub rukunnya serta saling menghormatinya warga Kota Surabaya. Semangat warga Kota Surabaya, karena guyub rukun ini akan kita tuangkan juga ke dalam Kampung Madani di kampung-kampung Surabaya,” pungkasnya.

Di jelang akhir rute, tepanya saat melintas di depan Kantor DPRD Surabaya jl. Yos Dudarso, warga tampak antusias ingin mendapatkan potongan bunga yang tertempel di kendaaran hias, meski kondisinya sudah tidak bisa ditanam kembali. (q cox)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *