UK Petra Dukung Penggunaan PeduliLindungi Dalam Persiapan Dual Mode

SURABAYA (Suarapubliknews) – Universitas Kristen Petra terus mengupayakan dengan serius pelaksanaan proses pembelajaran Dual-Mode salah satunya dengan melaksanakan kelas uji coba bersama mahasiswa dan mulai menggunakan aplikasi Peduli Lindungi saat berada dalam lingkungan kampus UK Petra.

Rektor UK Petra, Surabaya Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M. Eng mengatakan kelas uji coba ini telah dimulai sejak 21 Oktober hingga 3 Desember 2021. “Beberapa program studi sudah mencobanya diantaranya prodi Arsitektur, Tax Accounting, Teknik Mesin, Creative Tourism, English for Business dan lain-lain,” katanya.

Kepala ELTC UK Petra yang bertugas mengkoordinir kelas Dual Mode ini Aditya Nugraha, S.T., M.S., Ph.D mengatakan kegiatan kelas uji coba ini dilakukan setelah sebelumnya diadakan kegiatan Training for Trainers Kelas Dual Mode 2021. Persiapan ini sangat penting, khususnya sistem audio dan video.

“Maka dari itu kami merasa sangat perlu menggelar kelas uji coba, agar kami kedepannya tahu apa saja persiapan yang harus kami tambahkan agar mahasiswa juga merasa nyaman saat melakukan kegiatan belajar mengajar. Maka dari itu diharapkan feedback dari para mahasiswa yang ikut kelas uji coba ini. Selain itu agar membuat semakin terbiasa untuk para tenaga pengajarnya,” katanya.

Kepala Klinik Pratama UK Petra dr. Erfiani menambahkan tak hanya itu saja, sekitar 22 Oktober 2021 yang lalu UK Petra juga telah memulai uji coba menggunakan aplikasi Peduli Lindungi dalam lingkungan kampus UK Petra.

“Kami berkoordinasi dengan Pusat Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sejak bulan September yang lalu. Puji Tuhan akhirnya kami bisa mendapatkan aplikasi ini untuk dapat digunakan di empat gedung kampus UK Petra,” katanya.

Aplikasi karya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama operator seluler Indonesia ini mempunyai segudang manfaat tak hanya untuk mengunduh sertifikat vaksin COVID-19 saja. Mulai dari memberikan peringatan pada pengguna jika berada di zona merah, bukti mengakses layanan publik, pengawasan dan lain-lain.

Seluruh sivitas maupun para pengunjung yang akan ke kampus UK Petra diminta mulai install aplikasi Peduli Lindungi ini di gawai masing-masing, sehingga tak kesulitan saat akan masuk ke kampus UK Petra. Selain memeriksa suhu tubuh, petugas keamanan akan melihat kelengkapan vaksin COVID-19.

“Jika terdeteksi ada yang belum melakukan vaksin maka petugas akan mengarahkan ke poliklinik UK Petra, agar dapat di berikan penyuluhan untuk segera melakukan vaksin. Akan tetapi jika ada sivitas yang memang tidak bisa melakukan vaksin karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan maka kami akan mengeluarkan surat dispensasi,” rinci dr. Erfi.

UK Petra juga telah menyiapkan wastafel portable lengkap dengan sabun di berbagai sudut kampus, kemudian menempatkan petugas yang dilengkapi dengan thermogun untuk mengukur suhu badan, menambahkan jalur one way system, dan berbagai poster 3M yang terpajang di seluruh area kampus.

“Kami memang sengaja menggunakan aplikasi Peduli Lindungi sebab ini sebagai upaya pengendalian pencegahan COVID-19 khususnya di lingkungan kampus UK Petra. Bahkan kami juga sudah menyiapkan alur 3T. Sebab kami tidak mau menjadi cluster baru jika nanti kami sudah memulai perkuliahan,” tutupnya. (q cox, tama dinie)

Reply