Unjuk Rasa dengan Berkebaya di DPRD Surabaya, Ibu-Ibu Rampak Sarinah Tuntut Pengesahan RUU PPRT

SURABAYA (Suarapubliknews) – Kalangan ibu-ibu yang menjadi aktivis penggerak Rampak Sarinah berunjuk rasa di Kantor DPRD Kota Surabaya. Mereka mendesak pemerintahan Presiden Jokowi dan DPR RI mengesahkan RUU Perlindungan Pembantu Rumah Tangga (PPRT).

Para ibu pengunjuk rasa yang mengenakan kebaya itu diterima Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, di ruang kerjanya, Rabu (21/12/2022) siang hari.

“Kami meminta DPRD Kota Surabaya turut menyuarakan dan menuntut pemerintah pusat dan DPR RI mengesahkan RUU PPRT, yang nantinya akan mengatur relasi pemakai jasa dan para asisten rumah tangga, meletakkan hak dan kewajibannya,” ujar Dian Puspitasari kepada Adi Sutarwijono.

Dikatakan, sudah banyak kasus-kasus kekerasan mengenai asisten rumah tangga. Baik kekerasan psikis maupun fisik yang dilakukan pihak majikan. “Dan, korbannya asisten rumah tangga, mayoritas adalah perempuan,” kata Noviana Suprajitno, aktivis lain.

Rampak Sarinah adalah wadah yang konsen terhadap perbaikan nasib dan kehidupan kaum perempuan. Nama Sarinah diambil dari inang pengasuh Bung Karno semasa kecil.

Menurut mereka, RUU PPRT sudah berada di DPR. Lengkap dengan naskah akademik. “Kami mendesak pemerintah pusat dan DPR RI untuk memasukkan RUU PPRT dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun 2023,” ujar Dian Bafaqih, Ketua Rampak Sarinah Sidoarjo yang ikut berunjuk rasa.

Adi Sutarwijono memberikan respon positif, memberikan dukungan atas pengesahan RUU PPRT menjadi undang-undang. “Sehingga asisten-asisten rumah tangga terlindungi secara hukum, terjamin hak-hak dan kewajiban mereka dan pihak pengguna jasa,” kata Adi.

Tak lupa, Adi yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan, mengucapkan selamat merayakan Hari Ibu yang jatuh besok, 22 Desember 2022.

“Selamat merayakan Hari Ibu, yang akan kita peringati besok. Sekarang ini kaum perempuan, kaum ibu-kaum, terus berkiprah di ruang-ruang publik, dari presiden, wakil presiden, gubernur, bupati, walikota bahkan sampai ketua RT,” kata Adi.

Adi mengatakan, Presiden ke-5 yang sebelumnya menjabat Wakil Presiden, Ibu Megawati Soekarnoputri terus mendorong perluasan peran perempuan di ruang-ruang publik. Begitu juga Ketua DPR RI Ibu Puan Maharani.

Di Surabaya, juga tercatat pertama kali wali kota perempuan dipegang Ibu Risma. “Selamat berjuang demi martabat kemanusiaan yang semakin lebih baik,” kata Adi pada Rampak Sarinah. (q cox)

Reply