Usung Tagline #SeduluranSaklawase di Masa Tenang, Ini Pernyataan Partai Golkar Surabaya

SURABAYA (Suarapubliknews) – Perhelatan Pilkada Kota Surabaya 2020 yang memunculkan dua pasangan calon dan melibatkan hampir seluruh partai politik, tak terkecuali partai Golkar, memang sempat membuat suasana di Kota Pahlawan menjadi hangat.

Puncaknya pada saat masuk tahapan kampanye, karena hampir seluruh wilayah di Kota Surabaya terpampang alat peraga kampanye (APK), baik berupa baliho, banner maupun pamflet, yang terpasang hingga memasuki masa tenang pada tanggal 6 Desember 2020.

Terkait hal ini, DPD I Partai Golkar Kota Surabaya menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh masyarakat Surabaya, karena selama masa kampanye tak sedikit alat peraga yang terpasang, baik secara lembaga (partai) maupun pribadi sebagai politisi dan pendukung paslon.

“As.Wr.Wb.Selamat Pagi dan Salam Sejahtera. Kagem semuanya, Handai Tauladan warga Surabaya. Perkenankanlah Saya dan Keluarga Besar Partai Golkar Kota Surabaya menghaturkan permohonan maaf, manakala selama masa kampanye banyak alat peraga kami yang mengganggu keindahan kota, menghalangi pandangan anda semua atas warga Surabaya yang cantik dan ganteng ketika melintas dijalan raya,” ucap Arif Fathoni, Ketua DPD I Partai Golkar Kota Surabaya. Senin (08/12/2020)

Pernyataan ini juga diikuti dengan kegiatan bersih-bersih APK sebagai wujud Partai Politik yang belajar taat asas dan norma.

“Mulai tadi malam jam 00.00 WIB, kami tadi malam berinisiatif mengambil sebagian alat peraga kampanye kami, dan juga kami haturkan terima kasih kepada penyelenggara Pemilu baik Bawaslu dan KPU beserta teman teman satuan polisi Pamong Praja Kota Surabaya yang melakukan operasi penertiban serentak di seluruh kota Surabaya hingga membuat penjuru Surabaya bebas dari alat peraga kampanye,” tandasnya.

Tidak hanya itu, Ketua Fraksi Golkar DPRD Surabaya ini juga menyampaikan permohonan maafnya, mana kala komentar baik di media maupun di medsos membuat hati dan pikiran warga Surabaya kurang berkenan karena perbedaan dukungan.

“Percayalah selama kita menyikapi ini secara dewasa, maka pertanda kualitas demokrasi kita menunjukkan grafik yang meningkat, karena keberagaman pendapat dalam sistem demokrasi itu sebuah keniscayaan,” tuturnya.

“Untuk itu, mari kita jaga minggu tenang ini, dengan memohon doa kepada Allah SWT Tuhan YME, agar semua ikhtiar politik ini diberikan Ridlo Allah SWT, hindari upaya upaya kampanye terselubung, mari bersatu kembali sebagai bagian rakyat Surabaya dan Indonesia,” tambahnya.

Dengan mengusung tagline #SeduluranSaklawase, Toni mengimbau kepada semua pihak untuk menyerahkan keputusan Pilkada kepada rakyat Surabaya.

“Biarkan Rakyat yang akan menjadi Tuan dalam Pemungutan Suara 09 Desember mendatang. Apapun hasilnya, itulah realitas yang harus kita terima dengan suka cita setelah melalui serangkaian proses konstitusional yang tersedia.Bagi kami yang paling penting adalah pembangunan yang adil dan merata bagi seluruh rakyat Surabaya,” pungkasnya. (q cox)

Reply