Vaksinasi di ITS, Wagub Emil Harap Dapat Tingkatkan Produktivitas Akademisi

SURABAYA (Suarapubliknews) – Program vaksinasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Hari kedua program vaksinasi ITS yang berlangsung sejak Sabtu (31/7), tidak hanya ditujukan bagi seluruh sivitas akademika dan alumni ITS, namun juga bagi masyarakat di lingkungan sekitar ITS.

Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim) Dr H Emil Elestianto Dardak BBus MSc mengapresisai kegiatan tersebut saat meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi ITS di Graha Sepuluh Nopember ITS.

“Kami mengapresiasi upaya ini dalam rangka mempercepat jangkauan vaksinasi, khususnya di Jawa Timur. Kegiatan vaksinasi (di ITS) sudah berjalan baik dan lancar,” katanya didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr Ir Wahid Wahyudi MT.

Apresiasi diberikan pula atas kolaborasi antara Ikatan Alumni (IKA) ITS, Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA), dan Rumah Sakit Husada Utama (RSHU). “Sinergi ini ialah bentuk dari upaya perlindugan dan peningkatkan produktivitas akademisi di kala pandemi,” ujar Emil.

Ia juga menyampaikan bahwa pekan ini, Pemprov Jatim terus menggenjot kegiatan vaksinasi di lingkungan civitas kampus di Jawa Timur. Pihak kampus mengusulkan kepada pemerintah. Karena saat ini masih mengalami keterbatasan supplay vaksin, maka Dinas Kesehatan Jatim lebih memprioritaskan vaksin untuk dosis kedua.

“Kita ingin menekankan, memang vaksin ingin memaksimalkan jangkauan, kita tahu dengan keterbatasan. Sehingga pengiriman kita lebih diutamakan untuk mengisi dosis kedua. Tanggal 30 Juli kemarin kita dapat kiriman vaksin dan sudah didistribusikan ke Dinas Kesehatan di seluruh Jawa Timur,” jelas Wagub Emil.

Datangnya vaksin tersebut bukan hanya untuk dosis kedua saja, tetapi juga ada tambahan untuk dosis pertama. Dimana tambahan vaksin pertama yang datang ialah Astra Zeneca, dan saat ini vaksin yang datang yakni Sinovac. Kedepannya, Pemprov Jatim juga akan memperluas vaksinasi yang diselenggarakan kampus.

Selain itu, Wagub Emil juga membahas mengenai evaluasi antrian IGD (Instalasi Gawat Darurat) yang ada di Jawa Timur. Dimana antrian IGD di rumah sakit Jawa Timur yang semula berjumlah di atas 800, saat ini sudah turun diangka 361. Saat ini, jumlah pasien yang ada di IGD tertinggi ada di Kota Malang yang mengungguli Surabaya untuk jumlah antrian pasien di IGD. “Padahal ada rumah sakit darurat, yang okupansi sudah mulai turun. Ataukah pasien enggan dipindah rumah sakit ?,” ungkap Emil.

Wagub Emil menjelaskan, untuk antrian IGD, BOR (Bed Occupacy Rate) saat ini untuk tempat ICU turun dari 1.479 bed kini turun menjadi 1.193. Kemudian tempat tidur isolasi dari 17.879 menjadi 12.640. “Bisa semakin membaik jika kita membatasi gerak kita, jangan sampai membengkak lagi,” pesannya.

 

Pada kesempatan ini, Emil juga menyerahkan bantuan khusus secara simbolis kepada ITS. Adapun bantuan yang diserahkan langsung kepada Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng tersebut berupa alat-alat kesehatan seperti sprayer elektrik, disinfektan, masker kain, pakaian hazmat, sarung tangan karet, hand sanitizerface shield, kacamata, vitamin C, sepatu karet, thermometer gun, timba dan dudukan cuci tangan.

Terakhir, Rektor Ashari mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan oleh Pemprov Jatim dan seluruh pihak yang ikut terlibat dalam program vaksinasi ini. “Harapannya, herd immunity dapat segera tercapai agar kegiatan akademisi dapat terlaksana lebih awal dan aman,” tuntasnya. (q cox, tama dinie)

Reply