Viral: Bawa Anak Kandung, Mantan Kepsek TK di Jember Dikabarkan Menghilang

JEMBER (Suarapubliknews) – Kabar menghilangnya Veni Lestari (38) mantan Kepala Sekolah TK Sunan Ampel Kebonan Gumukmas Kabupaten Jember ramai dikomentari para netizen di Media Sosial. Selasa (30/4/2019).

Kabar tersebut menjadi viral karena Veni menghilang sambil membawa serta anak kandungnya yakni Sholla Akbar Yudha Pranata (7).

Tak hanya, yang menjadikan kabar ini viral, Veni menghilang meninggalkan suaminya tanpa pamit, usai tidak lagi menjabat sebagai Kepala Sekolah di TK Sunan Ampel, terbukti kini di TK tersebut telah sudah ada guru yang menggantikan posisinya.

Alhasil, kabar ini membuat suaminya bernama Anang Yudha Birawa melaporkan kejadian orang hilang ini ke Mapolsek Gumukmas dengan nomor : OH/01/IV/2019/POLSEK, tertanggal laporan 27 April 2019.

Menurut keterangan Anang, Veni Lestari menghilang sejak Rabu 17 April yang lalu. Veni Lestari pergi dengan membawa anak lelaki semata wayangnya sekira pukul 03.30 dini hari.

“Saya bangun sudah nggak ada (sudah pergi), ditelpon tidak aktif sampai sekarang,” kata Anang.

Semua keluarga hingga teman sekolah telah telah dihubungi, namun tak satupun yang mengetahui keberadaannya. Bahkan mereka juga ikut membantu untuk mencarinya namun hingga kini tidak ada kabar berita.

Kini Anang merasa cemas dan takut terjadi sesuatu yang menimpa terhadap keduanya, jika istri dan anaknya belum juga di temukan.

Anang menyebutkan, peristiwa menghilangnya Istri dan anaknya, awalnya di picu permasalahan di Sekolah TK tempatnya Veni mengabdi.

“Dia Kepala Sekolah dipecat dengan sepihak atau tanpa musyawarah, tidak ada konfirmasi dahulu, padahal istri saya tidak mempunyai kesalahan apa-apa. Dia sering ngomong jika ada masalah dengan pondok (TK Sunan Ampel), masalah itu hampir satu bulan yang lalu,” lanjutnya.

Anang juga menyesalkan atas tindakan Pengurus Yayasan TK Sunan Ampel kepada istrinya yang memberhentikanya sepihak dan tidak ada konfirmasi terlebih dahulu. Padahal menurut dia, istrinya lah yang merintis sekolah tersebut mulai dari Paud sampai berubah TK, hingga kemudian menjadi kepala sekolah.

“Veni pernah bercerita kepada saya, ketika dia membuat laporan, Bu Mila (Pengurus Yayasan) bilang ke istri , Tolong yang ada tulisan “Kepala Sekolah” jangan di isi, sudah saya ganti, intinya kan ya di berhentikan,” pungkasnya.

Sementara Kepala Sekolah TK Sunan Ampel yang baru bernama Latif membantah jika Veni Lestari telah diberhentikan secara sepihak dan tanpa konfirmasi terlebih dahulu.

“Katanya Bu Mila, Sebetulnya tidak diberhentikan dia tetap mengajar di situ, berhubung Bu Veni ijazah nya bukan S1, Bu Veni yang meminta, karena inginMutasi di KB Miftahul Ulum,” ceritanya.

Diungkapkan Latif, jika Veni dalam rapat bersama guru dan Pengurus TK Sunan Ampel pernah mengajukan pengunduran diri sebagai Kepala Sekolah terhitung non aktif mulai tahun ajaran baru, dengan alasan akan lebih fokus mengurus anak.

“Belum sampai ajaran baru, tapi ini kok ternyata pada awal bulan April sudah tidak masuk,” jelasnya. (q cox, Thr)

Reply