Wabup Pungkasiadi Apresiasi Kecamatan Dawarblandong Bebas ODF

MOJOKERTO (Suarapubliknews) – Kecamatan Dawarblandong menjadi Kecamatan pertama di Kabupaten Mojokerto yang melakukan deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS) atau Open Defecation Free (ODF), lewat promosi kesehatan melalui panggung terbuka. Deklarasi dihadiri langsung Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, Minggu (27/10) malam.

Pada sambutan arahan, Wabup Pungkasiadi menjelaskan bahwa strategi pembangunan kesehatan di Indonesia dibangun dengan 3 pilar. Yakni paradigma sehat, penguatan akses pelayanan kesehatan, dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dari 3 paradigma tersebut, tertuang dalam RPJMD serta visi misi Pemerintah Kabupaten Mojokerto.

Pada akses pelayanan kesehatan, sampai dengan Oktober ini 25 puskesmas di Kabupaten Mojokerto sudah akan mendapat akreditasi dari Komisi Akreditasi Kementrian Kesehatan RI. Diperkirakan sampai dengan akhir 2019, seluruh puskesmas (27 puskesmas) di Kabupaten Mojokerto bisa terakreditasi.

Selain itu, beberapa puskesmas di Kabupaten Mojokerto juga telah mengantongi beberapa prestasi membanggakan. Antara lain Puskesmas Bangsal dengan inovasi Gemar Bertasbi yang masuk Top 99 Inovasi Pelayanan Publik tahun 2018, Budidaya Lele Penanggulangan Gizi Buruk (Bule Gazibu) milik Puskesmas Puri yang masuk inovasi Jawa Pos Award 2018, juga ada Kelompok Budaya Kerja Sehati Puskesmas Dawarblandong yang berhasil masuk seleksi tingkat provinsi.

Prestasi-prestasi di atas adalah salah satu wujud upaya promotif dan preventif, untuk mencegah stunting dan mencegah kematian Ibu balita di Kabupaten Mojokerto.

Upaya promotif dan preventif, tak bisa dilepaskan dari kegiatan promosi kesehatan. Kegiatan promosi kesehatan melalui panggung terbuka deklarasi ODF Kecamatan Dawarblandong, diharapkan dapat menjadi contoh bagi kecamatan lain di Kabupaten Mojokerto untuk komitmen dalam perilaku hidup sehat salah satunya dengan cara tidak BAB sembarangan.

“Kegiatan ini adalah rangkaian Hari Kesehatan Nasional ke-55. Komitmen Kabupaten Mojokerto bebas ODF tahun 2020 harus bisa kita wujudkan bersama-sama. ,” kata Wabup.

Ia juga mengapresiasi wilayah Dawar blandong yang sempat dilanda kekeringan air, namun mampu mewujudkan ODF. Ia menilai hal tersebut seharusnya juga ditiru kecamatan lain yang tidak mengalami kekurangan air.

Jatmiko Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto pada laporan sambutannya berharap agar kecamatan lain dapat mengikuti deklarasi yang sama ke depannya. Jatmiko juga menegaskan jika deklarasi dengan panggung terbuka yang dikemas dalam pertunjukan seni seperti Campur Sari, efektif sebagsi sarana menyampaikan informasi pada masyarakat.
“ODF berarti masyarakat telah menggunakan jamban sehat sebagai sarana BAB. Kita ingin deklarasi ini bisa diikuti kecamatan lain. Campur Sari kita pakai sebagai media informsinya agar mengena di masyarakat,” terang Jatmiko.

Deklarasi ODF Kecamatan Dawarblandong diikuti oleh Pj Kades dengan dipimpin Camat Norman Handito. Deklarasi ditandai pemberian sertifikat bebas ODF oleh Wabup Pungkasiadi.
“Seluruh desa di wilayah kami nyaris 100 persen sudah ODF semua. Ini juga berkat regulasi, sosialisasi, dan berbagai inovasi pendukung,” papar Handito.

Hadir pada acara ini Wakil Ketua TP PKK sekaligus Ketua Forum Kabupaten Sehat Yayuk Pungkasiadi, Kasi Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Edi Basuki, OPD terkaiti, PJ Kades se-Kecamatan Dawarblandong, serta ribuan masyarakat. (q cox)

Reply