Wagub Emil Ajak Masyarakat Maknai Harkitnas dengan Berani Bangkit Terhadap Kegagalan

SURABAYA, (Suarapubliknews) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengajak masyarakat untuk memaknai Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-113 Tahun 2021 dengan berani bangkit terhadap sebuah kegagalan.

Tak hanya itu, masyarakat juga diminta untuk memiliki mentalitas yang kuat untuk bangkit dari sebuah kegagalan. Hal tersebut dinilainya jauh lebih penting dalam menghadapi sebuah kegagalan.

“Kadang-kadang orang gagal apalagi secara beruntun, akan menganggap ukurannya hanya segitu. Padahal berani bangkit dari kegagalan itu sangat penting,” katanya saat menjadi narasumber Program Lazuardi di Radio Suara Surabaya FM.

Sesuai tema Harkitnas yang mengangkat soal “Bangkit, Kita Bangsa yang Tangguh” menjadi hal yang sangat relevan. Apalagi, ujar Emil, kata bangkit harus terasosiasi dengan masyarakat Indonesia untuk senantiasa memiliki jiwa bangkit dalam diri mereka.

Mantan Bupati Trenggalek itu mencontohkan tentang pertandingan sepak bola. Kebobolan 1 poin pasti membuat mental seorang pemain jatuh dan susah bangkit kembali. Tetapi di masa injury time, seorang pemain akan memiliki semangat untuk bangkit dan bahkan mampu mencetak dua gol. “Hidup itu bisa diibaratkan seperti itu. Kita memiliki kekuatan mental untuk bangkit,” jelas Emil.

Bahkan Emil pun menjelaskan, bahwa di dunia nyata, yang dibutuhkan adalah seseorang yang berani mencoba, gagal dan bisa bangkit. Hal tersebut membuatnya untuk mampu meraih lebih lagi dibanding orang yang mengejar keberhasilan tetapi belum pernah merespond kegagalan-kegagalan kecil.

“Jadi ada yang mengajarkan failure management. Kita bukan mengukur keberhasilan di ujungnya, tetapi bagaimana menyikapi prosesnya. Karena yang dibentuk adalah mentalnya,” tambahnya.

Dikesempatan yang sama, Emil juga mengatakan, untuk menyikapi sebuah kegagalan, seseorang dilarang untuk terus meratapi. Dirinya mengajak untuk tidak stuck di kondisi tersebut. Untuk itu, bagi mereka yang mengalami kegagalan harus berani bangkit.

Kemudian harus cepat mengambil jalan berbeda dari sebelumnya.“Jalani kegagalan, tetapi tidak boleh larut dalam kesedihan. Jangan menggantungkan diri pada sistem itu saja tetapi keluar dari zona nyaman,” pungkasnya. (q cox, tama dinie)

Reply