Wagub Emil Ajak Perangkat Desa Prioritaskan Kesejahteraan di Pedesaan

PASURUAN (Suarapubliknews) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengajak kepala dan perangkat desa untuk kian meningkatkan kesejahteraan masyarakat di rural area atau kawasan perdesaan.

Pasalnya, menurut Wagub Emil itu, bentuk keadilan tertinggi yang dapat diberikan oleh pemimpin adalah kesejahteraan masyarakat. Hal ini disampaikannya dalam Musyawarah Nasional Persatuan Perangkat Desa Indonesia ke-IV pada Sabtu (8/1) di Taman Candra Wilwatikta Pasuruan.

“Saat orang bicara soal kemajuan, jarang sekali membahas kemajuan desa. Padahal, kemajuan dan kesejahteraan desa adalah dua hal yang penting. Orang-orang harus bisa tinggal di desa tetapi bisa tetap maju dan cerdas. Bentuk keadilan paling mutlak adalah kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Dalam hal ini, Ia optimis bahwa kepala desa beserta jajarannya dapat mensejahterakan rural area dengan semangat gotong royong. Utamanya melalui keguyuban, kerukunan, dan kekompakan yang masih kental di antara masyarakat desa.

Dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi), perangkat-perangkat desa harus mengedepankan kesejahteraan masyarakat dengan penuh integritas. Wagub Emil mencontohkan, ini dapat dicapai salah satunya dengan penerapan konsep kota-kecamatan.

Terkait konsep ini, Ia menjelaskan lebih lanjut, bahwa di antara desa-desa di suatu daerah akan ada satu kecamatan dilengkapi dengan fasilitas serta infrastruktur yang mendukung dan baik. Di kecamatan ini, akses terhadap layanan harus mudah didapatkan dan lokasinya dekat dengan desa-desa di sekitar.

Tak hanya itu, pemasangan kabel fiber optic untuk internet dan percepatan digitalisasi juga dilakukan oleh Pemprov Jatim untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

“67% desa di Jatim sudah punya fiber optic sebelum Covid-19. Digitalisasi juga selalu kita genjot sehingga tidak perlu pergi ke kota untuk memanfaatkan teknologi dan koneksi internet. Semua ini tujuannya, agar desa dapat mendapatkan layanan hidup yang sama dengan kota. Masyarakat di desa berhak untuk itu,” imbuhnya.

Wagub Emil pun optimis bahwa dari sini dapat tercapai rasa bangga bahwa masyarakat dapat membuktikan apabila pedesaan dan kota-kecamatan dapat menjadi pusat ekonomi unggulan.

Ia juga memastikan bahwa Pemprov Jatim akan selalu memfasilitasi perangkat-perangkat desa dalam upaya mereka mensejahterakan masyarakat. Ia juga mendukung adanya PPDI sebagai wadah yang dapat menjadi forum pemersatu perangkat-perangkat desa di Indonesia.

Wagub Emil menekankan, perlindungan dan dukungan senantiasa diberi oleh Pemprov Jatim kepada perangkat desa karena merekalah yang ada di Garda terdepan pembangunan Indonesia.

“Perangkat desa di Jatim harus bisa dilindungi secara adil oleh pemerintah provinsi. Sebagai pemerintah provinsi, kita menjadi fasilitator Wadah-wadah seperti PPDI menjadi sangat  kalau kita ingin Indonesia dibangun dari desa. Artinya perangkat desa dia pun harus terwadahi dengan optimal sehingga tercipta tim pemerintahan desa yang solid, partisipatif, dan berintegritas” lanjutnya.

Sejalan dengan Wagub Emil, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Yusharto Huntoyungo mendukung penuh adanya wadah seperti Musna PPDI sebagai forum untuk berpendapat dan menyampaikan aspirasi perangkat desa untuk mensejahterakan masyarakatnya.

“Kami menyambut baik upaya ini untuk menjadikan kinerja perangkat desa lebih baik. Juga sebagai forum untuk menyampaikan aspirasi tentang kondisi dan harapan-harapan dari perangkat desa kepada supradesa yang ada di seluruh Indonesia, baik dalam tingkat pemerintah kecamatan, kabupaten, bahkan provinsi. Selamat melaksanakan Munas PPDI bagi semua insan PPDI Indonesia. Munas PPDI menjadi momen yang sangat penting bagi pembangunan desa di Indonesia,” tutupnya. (q cox, tama dinie)

Reply