Wagub Emil Minta Wirausaha Muda Harus Tangguh dan Tahan Banting Hadapi Era Digitalisasi

NGAWI (Suarapubliknews) – Di tengah perubahan zaman dan digitalisasi saat ini, seorang wirausaha tidak hanya dituntut kompetitif dan inovatif, tapi juga harus tangguh. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meminta para wirausaha terutama kaum muda untuk memiliki mental kuat dan tahan banting terhadap segala dinamika dalam proses menuju kesuksesan.

“Tantangan saat ini berbeda dengan dulu, saat ini ada perubahan besar akibat digitalisasi. Digitalisasi merubah peta persaingan bisnis. Di era seperti ini, untuk mencapai kesuksesan, wirausaha muda tidak hanya harus inovatif, tapi juga harus tangguh dan mampu menghadapi proses up and down,” katanya saat acara Roadshow PERWIRA (Pemuda Wirausaha) di Cah Angon Coworking Space Kabupaten Ngawi.

Dicontohkan, dulu, bila membuka bisnis seperti makanan dan minuman, proses pemasaran dan distribusi harus dilakukan lewat jejaring besar. Promosi juga harus dilakukan lewat media massa besar seperti iklan di TV, ataupun koran. Namun, saat ini orang yang ingin memulai usaha bisa mencoba dari produksi skala kecil kemudian memasarkannya lewat media sosial.

“Ini peluang sekaligus tantangan. Kalau dulu dengan pola lama, pesaing baru susah masuk. Tapi dengan digitalisasi saat ini, banyak bermunculan usaha baru dan tentunya ini semakin kompetitif. Ditambah pandemi Covid-19 saat ini membuat banyak bisnis besar juga terguncang. Jadi sebagai seorang wirausaha muda kita harus siap dengan segala perubahan ini,” papar Emil.

Berangkat dari hal tersebut, Ia mengajak kaum muda di Jatim terutama Kab. Ngawi yang ingin menjadi seorang wirausaha muda untuk bergabung dalam program ‘Perwira’. Ia menilai, para kaum muda Ngawi banyak yang memiliki antusiasme untuk menjadi seorang wirausaha.

“Dari program Diplomat Success Challenge kami melihat anak muda yang paling antusias jiwa wirausahanya adalah dari Kabupaten Ngawi. Jadi saya sempatkan untuk hadir langsung kesini untuk bertemu langsung dengan anak-anak muda yang memang punya semangat. Dan kita ingin buktikan bahwa Ngawi walaupun berbatasan dengan Jawa Tengah, tapi selalu dekat di hati Ibu Gubernur dan saya,” lanjutnya.

Ia berharap, dari komunitas-komunitas pelaku ekonomi kreatif yang ada di seluruh Jawa Timur bahkan di Indonesia, akan terbentuk komunitas yang positif bagi pemuda yang lain. Artinya di komunitas ini anak muda tidak hanya berkumpul tapi juga berpikir dan mengupas hal-hal yang positif, berbagi ilmu, dan berbagai peluang.

“Perwira adalah salah satu program yang akan mencari calon-calon inspirator di bidang kewirausahaan. Bukan serta merta yang akan jadi miliyuner, tetapi mereka yang kisah perjalanannya akan bisa menjadi inspirasi bagi jutaan pemuda yang ada di Jawa Timur, ataupun Indonesia. Itulah sebabnya saya hadir disini juga untuk memastikan bahwa Ngawi ikut merasakan kehadiran dari program Perwira ini,” ungkap Emil.

Pemprov Jatim turut memberikan dukungan terhadap apa yang dilakukan oleh para pemuda di Jawa Timur melalui program Perwira ini. Tentunya, terbuka peluang yang luas bagi pemuda-pemudi di Ngawi untuk bisa ikut dalam tahapan seleksi ini.

“Apabila kemudian berhasil tentunya akan mendapatkan kesempatan didampingi oleh tokoh-tokoh yang memang sudah mumpuni di bidang enterpreneurship, di bidang kewirausahaan, di bidang bisnis, baik itu yang jaringannya didalam negeri bahkan sampai ke luar negeri,” terangnya.

Terkait antusiasme pendaftar, Emil menyebut cukup banyak orang yang telah mendaftar. Karena untuk mendaftar program ini, para wirausaha muda harus benar-benar punya kepercayaan diri yang tinggi terlebih dahulu.

“Ini bukan siapa cepat dia dapat, tetapi kita akan seleksi betul semuanya. Di saat penutupan nanti untuk memilih yang 20 ini ide bisnisnya juga harus nyambung, bukan berarti yang tidak masuk itu tidak bagus ya,” pungkas Emil.

Perwira ini sendiri merupakan platform ekosistem yang mempertemukan para pemuda dengan para mentor-advisor dalam mewujudkan mimpi bersama yaitu mencetak enterpreneur yang bukan hanya sukses tetapi juga menjadi manfaat untuk masyarakat. Ada tiga hal penting yang dicari dalam Perwira, yakni Right person atau orang yang tepat, Right idea atau idenya tepat, serta Right journey atau perjalanannya menarik dan menginspirasi.

Roadshow Perwira ini juga telah dilakukan di beberapa tempat seperti di Surabaya, Gresik, Malang, dan Madiun. Nantinya, 20 tim yang berhasil melewati penjurian akan mendapatkan pendampingan oleh tim mentor Perwira selama 5 hari . Setelah melewati Inkubasi, para peserta akan melakukan presentasi di depan juri. (q cox, tama dinie)

Reply